Pembuatan Bibit F1 dan F2 Jamur Tiram (alat)

Anda ingin membuat bibit F1 atau bibit F2 jamur tiram? sebetulnya cara pembuatannya sangat mudah, tidak jauh berbeda dengan membuat baglog jamur tiram. Aku yakin kalau Anda sudah bisa membuat baglog jamur tiram, pasti membuat bibit F1 jamur tiram juga akan mudah.

Bibit jamur, Bibit Botolan, Jamur Tiram, bibit F2, Bibit Bogor, Tiram Shimeji, Tiram Unggul

Hal yang perlu Anda ketahui sebelum membuat bibit jamur tiram yaitu bahwa bibit sangat menentukan tahap-tahap selanjutnya. Bila Anda membuat bibit F1 jamur tiram, maka tahap pembuatan F2 jamur tiram, pembuatan baglog jamur tiram atau bahkan perawatan saat growing dipengaruhi kualitas bibit F1 jamur tiram tersebut.

Tentu menulis artikel “Pembuatan Bibit F1 dan bibit F2 Jamur Tiram” ini sangat mudah bila dibandingkan praktek membuat bibit jamur itu sendiri. Jadi Aku Harap Anda tetap berlatih mengasah keterampilan inokulasi Anda. Jangan protes kalau tidak bisa yah.. 🙂

Baiklah, aku mulai prosedur pembuatan bibit jamur tiramnya:

Langkah awal, persiapkan dulu alat-alatnya. Standarnya, alat-alat yang dibutuhkan untuk membuat bibit jamur tiram yaitu Autoklaf, Laminar Air Flow Cabinet (LAFC), tabung dan gelas ukur, alat-alat tanam, bunsen dan keranjang-keranjang. Alat-alat ini ideal untuk membuat bibit, tapi tentu saja harganya selangit…

autoklaf, autoclave, alat sterilisasi, sterilisasi bibit, alat autoklaf

Autoklaf

Aku coba baca isi pikiran Anda… Aha… Anda ingin yang skala rumah tangga yah?? Baiklah, Berikut ini alat-alat yang bisa digunakan untuk membuat bibit jamur skala rumah tangga:

  1. Presto, alat ini sebagai penganti autoklaf. sebenernya kalau Anda bisa beli autoklaf bekas, tetap akan lebih baik memakai autoklaf.
  2. Enkas atau wadah kaca, alat ini sebagai pengganti LAFC. Mudah kok cara membuatnya. Anda bisa gunakan akuarium sebagai enkas. Atau bila Anda pernah punya anak atau lihat bayi tetangga yang baru lahir tentu tahu baby box yang di rumah sakit untuk bayi prematur, buatlah desainnya seperti itu.
  3. Tabung dan gelas ukur, kalau yang ini tidak bisa diganti yah, beli saja 1 atau 2 sudah cukup untuk selamanya (kalau tidak pecah hehehe…). Tabung gelas ini digunakan untuk menakar bahan, tapi… tampaknya alat-alat ini tidak diperlukan untuk pembuatan bibit F1 dan F2 jamur tiram deh. Kalau membuat bibit PDA sih iya… hehehe… ya anggap saja pengetahuan 🙂
  4. Alat-alat tanam, ini juga mutlak diperlukan! tapi cuma perlu sudip saja kok untuk membuat bibit jamur tiram. Jika Anda sudah bisa membuat baglog jamur tiram tentu punya alat ini.
  5. Lampu spiritus, alat ini sebagai penganti bunsen. Bunsen berfungsi untuk mensterilisasi spatula sebelum penetrasi ke dalam botol saat memindahkan bibit dari bahan tanam ke media calon bibit jamur tiram. Sebenarnya bunsen itu ya lampu spiritus, tapi harganya bisa 35-40rb per pcs kalau beli di toko kimia. Kalau membuat sendiri lampu spiritus dari botol bekas akan lebih murah, bahkan bisa tanpa mengeluarkan biaya…
  6. Keranjang-keranjang, ini opsional saja. Tapi dengan adanya keranjang pekerjaan Anda jadi lebih rapi dan tidak memakan tempat. Pilih keranjang yang sesuai kebutuhan, tidak harus mahal 🙂

Yup, itulah alat-alat yang harus Anda siapkan sebelum mulai membuat bibit jamur tiram. Silahkan kumpulkan dahulu sebelum aku mulai menulis artikel lagi tentang bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat bibit F1 dan F2 jamur tiram. Semoga artikel ini dapat membantu, bila belum puas bisa cari lagi di google.. 🙂

Iklan

SURAT PERJANJIAN KERJASAMA BUDIDAYA JAMUR TIRAM (Pleurotus spp.)

SURAT PERJANJIAN KERJASAMA

BUDIDAYA JAMUR TIRAM (Pleurotus spp.)

Bismillaahir-rohmaanir-rohiim, dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang bertanda tangan di bawah ini:

 

1.       Nama                    : …………………………………………….

Tempat / Tgl Lahir : …………………………………………….

No. KTP                 : …………………………………………….

Alamat                  : …………………………………………….

…………………………………………….

 

Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA

 

2.       Nama                    : …………………………………………….

Tempat / Tgl Lahir : …………………………………………….

No. KTP                 : …………………………………………….

Alamat                  : …………………………………………….

…………………………………………….

 

Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA

 

Berdasarkan prinsip saling percaya, keterbukaan dan menjunjung tinggi kebenaran, kedua belah pihak tersebut di atas telah setuju dan sepakat tanpa paksaan melakukan hubungan kerjasama usaha budidaya jamur tiram. Adapun hak dan kewajiban kedua belah pihak diatur sebagai berikut:

 

PASAL 1

Ruang Lingkup Kerjasama

 

1.     Kerjasama yang dimaksudkan dalam surat perjanjian ini yaitu Kerjasama Usaha Produksi Jamur Tiram Segar.

 

2.     PIHAK PERTAMA menyediakan media tanam jamur tiram siap produksi yang kemudian disebut sebagai baglog dengan cara membeli baglog kepada PIHAK KEDUA.

 

3.     PIHAK KEDUA menyediakan / memproduksi baglog sebagai barang pembelian oleh PIHAK PERTAMA.

 

4.     PIHAK KEDUA menggunakan baglog tersebut di ayat 2 dan 3 sebagai barang investasi dari PIHAK PERTAMA untuk memproduksi jamur tiram seperti tersebut di ayat 1.

 

PASAL 2

Harga Baglog dan Pembayaran

 

1.     PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA telah menyepakati harga satuan baglog sebesar Rp. 1.800,- (seribu delapan ratus rupiah).

 

2.     PIHAK PERTAMA membeli baglog kepada PIHAK KEDUA sesuai harga tersebut di ayat 1 dengan jumlah 10.000 buah sehingga total harga pembelian menjadi Rp. 18.000.000,- (delapan belas juta rupiah).

 

3.     PIHAK PERTAMA telah melakukan pembayaran untuk pembelian 10.000 baglog dari PIHAK KEDUA secara tunai / kontan / cash.

 

PASAL 3

Jangka Waktu

 

1.     PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA menyepakati jangka waktu perjanjian hubungan kerjasama seperti tersebut di PASAL 1 selama 5 bulan 14 hari.

 

2.     Rincian waktu tersebut di ayat 1 yaitu 1 bulan 14 hari adalah waktu yang diberikan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA untuk menyelesaikan produksi baglog dan 4 bulan adalah waktu kerjasama produksi jamur tiram segar yang selanjutnya disebut sebagai periode produksi.

 

3.     Periode produksi terhitung saat pertama kali jamur tiram dipanen dan terjual.

 

4.     Jangka waktu surat perjanjian kerjasama ini dapat diperpanjang / dilanjutkan sesuai kesepakatan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.

 

PASAL 4

Spesifikasi Baglog

 

1.     Baglog yang diproduksi oleh PIHAK KEDUA untuk PIHAK PERTAMA menggunakan ukuran plastik 17 x 35 cm dengan ketebalam 0.3 – 0.4 mm dan berat rata-rata 1 – 1.2 kilogram.

 

2.     Baglog tersebut di ayat 1 telah memiliki misellium sempurna ditandai dengan warna putih menutupi seluruh permukaan baglog.

 

3.     Baglog tersebut di ayat 1 tidak menggunakan ring sebagai penutup mulut plastik tetapi menggunakan steples atau karet (sesuai ketersediaan).

 

PASAL 5

Biaya Operasional dan Rincian Pendapatan

 

1.     PIHAK PERTAMA membayarkan Rp. 1.000,- (seribu rupiah) kepada PIHAK KEDUA dari hasil panen jamur tiram segar terhitung setiap kilogram dan berlaku kelipatannya sebagai biaya operasional / jasa pemeliharaan baglog.

 

2.     Pembayaran tersebut di ayat 1 dilakukan dengan cara pemotongan / auto debet pendapatan yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA dari hasil penjualan jamur tiram segar sejumlah tersebut di ayat 1 yaitu Rp. 1.000,- (seribu rupiah) setiap kilogram penjualan panen.

 

3.     Diasumsikan harga penjualan jamur tiram segar setiap kilogram adalah Rp. 7.000,- (tujuh ribu rupiah), maka PIHAK PERTAMA akan mendapatkan pendapatan sebesar Rp. 6.000,- (enam ribu rupiah) dan PIHAK KEDUA mendapatkan pendapatan sebesar Rp. 1.000,- (seribu rupiah) dari setiap kilogram penjualan.

 

4.     Harga penjualan tidak ditentukan dalam surat perjanjian ini melainkan mengikuti / sesuai dengan harga pasar yang berlaku. Harga Penjualan tersebut di ayat 3 sebesar Rp. 7.000,- (tujuh ribu rupiah) merupakan harga asumsi dan bukan harga mutlak.

 

PASAL 6

Perihal Kemungkinan Rugi

 

1.     Perihal rugi-laba secara total sejak pertama kali panen hingga akhir periode tanam dihitung pada akhir periode tanam.

 

2.     Apabila total perhitungan rugi-laba selama periode tanam mengalami kerugian, jumlah kerugian akan ditanggung oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan perbandingan 50% : 50%.

PASAL 7

Hak dan Kewajiban Pihak Pertama

 

1.     PIHAK PERTAMA memiliki hak melakukan sendiri atau menugaskan tenaga kerjanya untuk memantau hasil panen dari baglog miliknya dan harga pasar yang berlaku di pasaran jamur tiram Bogor.

 

2.     PIHAK PERTAMA memiliki hak untuk mendapatkan laporan hasil produksi jamur tiram dari baglog miliknya dan pendapatan setelah hasil panen dipasarkan setiap bulan.

 

3.     PIHAK PERTAMA tidak memiliki hak dalam manajemen produksi dan pemeliharaan baglog yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA atas baglog miliknya.

 

4.     PIHAK PERTAMA memiliki hak memberi saran dan masukan dalam manajemen produksi dan pemeliharaan baglog yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA atas baglog miliknya akan tetapi keputusan akhir tetap di tangan PIHAK KEDUA.

 

5.     PIHAK PERTAMA memiliki hak mendapat garansi penggantian baglog dengan yang baru apabila terjadi kontaminasi pada baglog miliknya selama 1 bulan pertama dalam periode produksi. Baglog yang diganti apabila mengandung kontaminan yang di diperkirakan kwalitas maupun kwantitasnya dapat membahayakan baglog itu atau baglog-baglog lainnya yaitu kontaminan dengan ketebalan pekat dan luasan mencapai 25% dari luas permukaan baglog.

 

6.     PIHAK PERTAMA memiliki hak mendapatkan pendapatan seperti tersebut di Pasal 5 sebesar Rp. 6.000,- (enam ribu rupiah) dengan asumsi harga jual Rp. 7.000,- (tujuh ribu rupiah) untuk setiap kilogram hasil panen dari baglognya yang telah dipasarkan oleh PIHAK PERTAMA.

 

PASAL 8

Hak dan Kewajiban Pihak Kedua

 

1.     PIHAK KEDUA memiliki kewajiban memproduksi baglog yang telah dibeli oleh PIHAK PERTAMA sesuai dengan spesifikasi tersebut di Pasal 4 dengan jumlah tersebut di Pasal 2 ayat 2 yaitu 10.000 baglog dengan tenggang waktu seperti disebut di Pasal 3 ayat 2 yaitu selama 1 bulan 14 hari.

 

2.     PIHAK KEDUA memiliki kewajiban memberikan laporan hasil produksi jamur tiram dan pendapatan setelah hasil panen dipasarkan kepada PIHAK PERTAMA setiap bulan.

 

3.     PIHAK KEDUA memiliki kewajiban mengontrol pemeliharaan baglog milik PIHAK PERTAMA agar hasil panen jamur tiram mencapai rata-rata total minimal per baglog sebanyak 0,4 kilogram.

 

4.     PIHAK KEDUA memiliki kewajiban memberikan garansi penggantian baglog dengan yang baru kepada PIHAK PERTAMA apabila terjadi kontaminasi pada baglog miliknya selama 1 bulan pertama dalam periode produksi.

 

5.     PIHAK KEDUA memiliki hak mendapatkan pendapatan seperti tersebut di Pasal 5 sebesar Rp. 1.000,- (seribu rupiah) untuk setiap kilogram hasil panen dari baglog milik PIHAK PERTAMA yang telah dipasarkan.

 

PASAL 9

Force Majeure

 

PIHAK PETAMA atau PIHAK KEDUA tidak dianggap bersalah atau melanggar salah satu ketentuan dalam surat perjanjian ini oleh sebab-sebab yang bersifat force majeure. Hal-hal yang bersifat force majeure yaitu:

 

1.     Bencana Alam, seperti gempa bumi, gunung meletus, banjir dan longsor

2.     Wabah penyakit

3.     Perang atau huru-hara

4.     Kebakaran

5.     Pemberontakan

6.     Teroris

7.     Sabotase

 

Apabila terjadi salah satu yang bersifat force majeure di atas, dalam jangka waktu 3 hari PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA bertemu dan membicarakan pemecahannya secara musyawarah untuk mencapai mufakat.

 

PASAL 10

Penyelesaian Perselisihan

 

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA secara sadar akan menyelesaikan segala permasalahan yang dimungkinkan terjadi dengan jalan kekeluargaan yaitu musyawarah untuk mufakat serta menjunjung tinggi nilai-nilai hukum yang berlaku di Negara Indonesia.

 

PASAL 11

Penutup

 

1.     Seluruh isi Surat Perjanjian Kerjasama Usaha Produksi Jamur Tiram Segar ini merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan halaman per halaman, pasal per pasal atau ayat per ayat.

 

2.     Surat Perjanjian Kerjasama Usaha Produksi Jamur Tiram Segar ini dibuat rangkap 2 (dua), bermaterai secukupnya, dan masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama.

 

3.     PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA menerima / memiliki 1 (satu) rangkap / jilid Surat Perjanjian Kerjasama Usaha Produksi Jamur Tiram Segar.

 

4.     Surat Perjanjian Kerjasama Usaha Produksi Jamur Tiram Segar ini berlaku setelah ditandatangani oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.

 

5.     Surat Perjanjian Kerjasama Usaha Produksi Jamur Tiram Segar ini tidak lagi berlaku setelah 5 bulan 14 hari dari tanggal yang tertera di Surat Perjanjian ini dan atau tidak berlaku setelah periode tanam berakhir dan atau tidak berlaku sesuai tanggal yang tertera pada sudut kiri bawah halaman 6 (enam).

 

 

Bogor, ……………………..

 

PIHAK PERTAMA                                                    PIHAK KEDUA

 

 

 

……………………..                                                   ……………………..

 

 

SAKSI SATU                                                           SAKSI DUA

 

 

 

……………………..                                                   ……………………..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Surat Perjanjian ini

berlaku hingga: ……………………..

10 Larangan untuk Menghindari Kontaminasi pada Jamur Tiram

Kontaminasi pada budidaya jamur tiram memang menyebalkan. Banyak uang yang dikeluarkan dan tenaga juga tentunya kalau kontaminasi datang semuanya akan sia-sia saja. tidak peduli tingkatan mana dalam proses pembudidayaan jamur tiram, kontaminasi pasti dapat mengencam. mulai dari pembuatan media PDA, bibit jamur hingga baglog produksi memiliki peluang yang sama.

Cara mengatasi kontaminasi ada beragam, ini tergantung dari masing-masing petani. Ada yang menerapkan pencegahan organik atau kimiawi. Tentu saja yang kimiawi ini perlu dihindari yah…. karena jamur sangat mudah menyerap senyawa kimia dan dapat terakumulasi di dalamnya.

Berikut ini beberapa contoh perilaku yang dilarang saat berbudidaya jamur. Perilaku ini berpotensi menimbulkan kontaminasi, jangan anggap sepele sesuatu yang kecil dan sederhana karena bisa saja jamur tiram di kumbung anda luluh lantak tak bersisa.

1. Mencampur stok media lama dengan yang baru. Anda tidak akan tahu mikroorganisme apa yang sudah bersarang pada media lama.

2. Menggunakan alas kaki dari luar areal bididaya. Bisa saja alas kaki yang anda pakai sebelumnya menginjak atau bersinggungan dengan sumber kontaminsi

3. Menggunakan baju kotor. Pekerja sering ceroboh ketika bekerja di kumbung, mentang-mentang kerja kasar lantas baju yang dikenakan tidak pernah dicuci, alasannya simpel karena pakaian “dinas”… Padahal hal ini berbahaya sekali terutama ketika inokulasi.

4. Makan di areal budidaya. Lah…. tempat makan kan di ruang makan masak di kumbung… atau ruang inkubasi apalagi ruang inokulasi… kacau dah… gimana kalau nasinya tercecer… jadilah biang kontaminasi, jamur oncom tumbuh lalu menyerang seisi kumbung…

5. Berbicara / bersin saat inokulasi. mulut itu sumber bakteri, memang hal ini sangat kecil kemungkinannya mengakibatkan kontaminasi tapi dari hembusan angin dari mulut tertuju langsung ke dalam baglog atau bibit jamur. Akibatnya jamur kontaminan yang ada di udara ikut masuk ke dalamnya.

6. Tidak menggunakan bunsen / api. Jangan mentang-mentang sudah ahli inokulasi jamur tiram, tetap saja makhluk kasat mata berpeluang hinggap di alat tanam lalu masuk ke media saat inokulasi.

7. Menaruh sembarangan alat tanam. ini tentu sudah jelas maksudnya, apalagi kalau alat tanam tidak pernah dicuci.

8. Menggunakan air kotor. Karena malas mengambil air yang agak jauh, main ambil saja air terdekat, padahal bisa saja air itu bekas cuci tangan orang atau lainnya.

9. Membiarkan binatang piaraan bermain di tumpukan media. Wah… bagaimana kalau “pup” di situ yah…

10. Makan jagung sambil memandangi jamur tiram di kumbung.  awas tercecer jagungnya atau lupa sengaja dibuang bonggolnya di pojokan kumbung… bisa bahaya…

10. Menunda memisahkan baglog kontam. kalau anda tahu ada baglog yang kontam, segera pindahkan saja. buat apa dipiara kalau beresiko mengkontaminasi yang lain.

nah demikian itu sebagian kecil hal-hal remeh yang bisa mengakibatkan kontaminasi. sebenarnya perilaku anda atau saya sendiri yang menyebabkan kontaminasi. ayo berbudidaya lebih rapi, bersih dan teratur… 🙂

kalau anda tidak ingin kontaminasi terjadi pada budidaya jamur tiram yang anda lakukan, beli baglog yang sudah jadi saja. cara ini dapat mengurangi 50% peluang terjadinya kontaminasi dan kerugian investasi anda. segera hubungi kontak blog ini untuk memesan baglog berkualitas dengan bibit jamur tiram shimeji dari jepang.

Penawaran Investasi Jamur Tiram

 

Alhamdulillah, Kami telah memasuki tahun ke lima di usaha budidaya jamur tiram. Beragam tantangan dan hambatan telah kami lalui dan memberikan kami pengalaman yang sangat berharga sehingga kami dapat berkembang hingga sekarang ini.

Sedikit demi sedikit kami membangun kepercayaan, dimulai dari petani-petani jamur di Bogor dalam penyediaan bibit jamur berkualitas. Pada akhirnya sekarang ini Kami telah menjalin hubungan mitra usaha lebih dari 200 mitra.

Mitra kami tersebar di Jawa Barat dan sebagian di Sumatra yaitu Lampung. Insya Allah rencana ke depan kami akan meluaskan jaringan dan melakukan kerjasama dengan pemilik modal di Palembang dan Pare-pare.

Dengan segala kerendahan hati, kami mengajak anda untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman dalam hubungan kerjasama. Kami mengharapkan akan terjalin silaturahmi yang erat antar petani jamur dan memberikan keuntungan berupa materi untuk kedua belah pihak. Kerjasama yang kami tawarkan yaitu berupa hubungan investasi.

Hubungan kerjasama investasi ini merupakan layanan unggulan mengingat:

1. Semakin banyak pemilik modal yang ingin bergelut di bisnis jamur.
2. Investasi awal yang sangat besar untuk memulai budidaya jamur tiram secara mandiri dalam skala usaha.
3. Budidaya jamur tiram memiliki proses yang sangat panjang sehingga tidak mudah dilakukan secara mandiri.
4. Ketidaktersediaan waktu pemilik modal untuk terjun langsung mengurusi usaha jamur yang didanainya.
5. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan tentang budidaya jamur tiram.
6. Keterbatasan informasi pemasaran membuat ragu keinginan pemilik modal berbisnis jamur tiram.

Keuntungan yang anda dapat dari hubungan kerjasama ini yaitu:

1. Investasi nyata berwujud barang sehingga dapat anda lihat dan pantau. Investasi ini bukan investasi global untuk usaha kami melainkan jelas kepemilikannya karena setiap barang investasi (dalam hal ini baglog produksi) anda dipisahkan dengan milik investor lain.
2. Kerjasama dibuat dan disepakati di atas surat perjanjian bermaterai. Hal ini bertujuan untuk mengawasi kedua belah pihak yang bekerjasama agar tetap melakukan kegiatan sesuai perjanjian yang telah disepakati. 
3. Silaturahmi kekeluargaan akan lebih diutamakan dalam memecahkan permasalahan yang timbul sebelum beranjak ke tingkat hokum. Hal ini bertujuan untuk memberikan rasa nyama bagi kedua belah pihak.
4. Anda mendapat pelatihan gratis dengan cara saling berbagi informasi dan terjun langsung dalam kegiatan produksi. Kami mengharapkan suatu saat anda dapat usaha mandiri dan menyerap tenaga kerja di daerah asal anda.
5. Anda tidak perlu mengeluarkan modal besar dan berepot-repot memulai budidaya jamur tiram. Semua fix cost seperti kumbung, alat-alat, tenaga kerja dan pemasaran ditangani secara total oleh tenaga ahli kami.
6. Anda memperoleh jaminan pemasaran hasil panen. Mengingat permintaan jamur tiram yang semakin meningkat dan jaringan pemasaran kami yang telah luas, hasil panen dari investasi anda insya Allah dapat dipasarkan dengan mudah.
7. Anda mendapat laporan keuangan investasi secara berkala. Hal ini sebagai transparansi kami kepada anda sekaligus memberi kesempatan bagi anda untuk memantau perkembangan dan menganalisa kelayakan berbisnis jamur secara nyata, bukan hanya coret-coret di atas kertas.
8. Anda mendapat garansi 1 bulan dari kontaminasi. Insya Allah bibit kami berkualitas unggul sehingga pada saat miselium telah menutup media dengan sempurna dapat meminimalisir kontaminasi. Bila terjadi kontaminasi dalam 1 bulan pertama dalam periode tanam (4 bulan), akan kami ganti dengan baglog yang baru.

Syarat dan Ketentuan pokok dalam hubungan kerjasama:

1. Anda wajib membeli baglog dari kami minimal 10.000 baglog sebagai modal usaha. Baglog ini merupakan hak anda sebagai barang investasi yang menjadi tanggung jawab kami.
2. Setiap kilogram hasil panen akan dikenakan biaya Rp. 1000 sebagai jasa pengelolaan investasi anda. Perhitungan usaha dapat anda lihat pada halaman bagian bawah.
3. Ketentuan lainnya dibicarakan secara tatap muka untuk menghindari kesalahpahaman.

Resiko bagi Anda

Tidak ada usaha yang tidak memiliki resiko. Namun dengan hubungan silaturahmi yang baik antara anda dan kami diharapkan resiko-resiko itu dapat diperkecil. Sebisa mungkin permasalahan-permasalahan yang timbul dapat diselesaikan dengan saling berbagi informasi dan bertukar pikiran.

Kemungkinan resiko yang dapat timbul yaitu harga jatuh pada saat panen raya jamur. Namun hal ini biasanya tidak berlangsung lama mengingat daya simpan jamur yang sebentar, sekitar 3 hari. selain itu juga karena harga jamur di Bogor relatif stabil.

PERHITUNGAN INVESTASI USAHA

Nilai Investasi Anda

10.000 baglog x Rp. 1.800 = Rp. 18.000.000

Asumsi-asumsi

Potensi produksi minimal tiap baglog: 0.4 kg (rentang potensi 0.4 – 0.6 kg)

Harga jual jamur tiram wilayah Bogor: Rp. 7.000 per kg

Biaya jasa perawatan barang investasi: Rp. 1.000 per kg panen

Pendapatan bersih yang akan anda peroleh: Rp. 6.000 per kg

Lama kerjasama investasi dalam 1 periode tanam: 4 bulan

Hasil Panen Total

10.000 baglog x 0.4 kg = 4.000 kg

Pendapatan Total Anda

4.000 kg x Rp. 6.000 = Rp. 24.000.000

Keuntungan Total Anda

Rp. 24.000.000 – Rp. 18.000.000 = Rp. 6.000.000

Keuntungan Anda tiap Bulan

Rp. 6.000.000 – 4 bulan = Rp. 1.500.000

BEP Harga

Rp. 18.000.000 / 4.000 kg = Rp. 4500 / kg

R/C Rasio

Rp. 24.000.000 / Rp. 18.000.000 = 1.33

Demikian rincian penawaran hubungan kerjasama investasi dari kami. Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian anda membaca penawaran ini. Kami tunggu anda di tempat kami untuk melakukan pembicaraan awal sebagai follow up anda menanggapi penawaran ini secara serius.

Apa lagi yang anda ragukan, hambatan-hambatan dibawah ini telah kami berikan jalan penyelesaian khusus untuk anda.

– Cuma punya modal sedikit

– Tidak punya pengetahuan dan keterampilan

– Harus melatih tenaga kerja

– Tidak punya kumbung / rumah jamur

– Tidak punya lahan / lahan sempit

– Tinggal di kota yang udaranya panas

– Tidak tahu pemasaran hasil panen

– Selalu merasa kurang informasi???

STOP!!! Mulailah Sekarang juga. Hubungi kontak kami dan lihat total support kami.

Tips Mudah mendongkrak hasil panen pertama dan kedua

Baglog merupakan media tanam yang dipersiapkan untuk kebutuhan pertumbuhan jamur tiram. Di dalamnya telah tersedia berbagai nutrisi tambahan yang tidak tersedia di lingkungan aslinya tempat jamur tumbuh liar. Terang saja karena baglog dirancang untuk memproduksi jamur tiram dengan kualitas yang baik dan diharapkan dapat tumbuh secara berlanjut. 

Selain bahan-bahan tambahan, baglog juga memiliki kelembapan yang berasal dari air. Air ini salah satu syarat pertumbuhan jamur tiram. Seperti pepatah bagai jamur di musim penghujan, jamur memang tumbuh subur pada kondisi udara yang lembab lagi sejuk. Dengan tidak tercukupinya air bagi pertumbuhan, jamur tiram yang dihasilkan pun akan jauh dari kualitas.

Pengkabutan kumbung dilakukan untuk menghasilkan keadaan seperti kondisi optimum pertumbuhan jamur tiram. Namun sering kali pengkabutan memiliki banyak kekurangan. Pengkabutan dengan nozel yang terlalu besar akan berdampak pada akumulasi bintik air pada jamur tiram. Bila hal ini terjadi air akan lebih lama hilang dari jamur tiram dan mengakibatkan bercak kuning. Keadaan ini tentu tidak menarik saat dikemas.

Pengkabutan yang terlalu sering juga mengakibatkan lingkungan kumbung terlalu basah. Keadaa ini bisa memacu pertumbuhan mikroorganisme lain seperti ganggang dan bakteri pada media baglog. Hasil jamur tiram yang didapat pun terlalu basah sehingga mudah rusak atau tidak tahan lama saat disimpan.

Masalah yang lain lagi yaitu terkadang petani sulit menentukan waktu siram. Patokannya bukan pagi dan sore tapi apabila kelembapan kumbung telah berkurang. Bagi kumbung yang memiliki pengukur kelembapan saya rasa hal ini tidak menjadi persoalan.

Ada tips sederhana untuk mengatasi atau paling tidak dapat mengurangi masalah tersebut di atas. Efek lainnya yaitu dapat meningkatkan pertumbuhan dan bobot panen jamur tiram tanpa menjadikannya lebih lemah disimpan. Dengan cara ini hasil panen jamur tiram akan meningkat pada awal-awal panen karena kondisi baglog tidak banyak berubah.

Caranya cukup anda lubangi saja plastik pada bagian atas baglog tanpa membuka kapas penutup. Buat 2-3 lubang dan biarkan jamur tumbuh dari sana. Pada panen berikutnya buat kembali lubang di tempat berbeda dengan jumlah lubang lebih banyak. Cara ini memiliki maksud untuk mengurangi penguapan yang terjadi pada baglog sehingga air yang tersedia dimanfaatkan secara maksimal bagi pertumbuhan jamur tiram. Bila sudah demikian, otomatis bobot panen akan meningkat.

Mari kita lihat kebiasaan petani selama ini, ada yang membuka kapas, setelah panen dikorek-korek, atau membuka langsung memotong plastik bagian atas agar primordia yang keluar lebih banyak karena bidang tumbuh lebih luas. Tapi kelemahannya media mengalami penguapan yang tinggi dan cepat kering. Tentu anda dapat membandingkan penguapan yang terjadi antara baglog dengan diberi lubang kecil dengan baglog yang dibuka kapas penutupnya, terlebih-lebih yang dipotong plastik bagian atasnya…

Bila anda beranggapan pengkabutan akan membuat media kembali basah, saya menyangkal anggapan ini. Sebab baglog dengan misellium yang tebal tidak mudah menyerap air. Walau anda siram sekalipun air akan sedikit sekali yang terserap dan tidak akan mengembalikan kondisi seperti sedia kala. Anda dapat amati baglog yang plastiknya semakin hari semakin keriput, seharusnya hal itu tidak terjadi bila anggapan itu benar.

Nah, pada panen ketiga atau keempat dan seterusnya anda dapat membuat lubang yang lebih besar karena panen “monster” telah terjadi pada awal pertumbuhan. Lakukan perawatan seperti biasa… keberhasilan panen monster tidak terlepas pula dari kualitas bibit yang digunakan. Bibit kami telah banyak digunakan secara luas di daerah Bogor, Bandung, dan Lampung. Petani yang mencoba-coba menggunakan bibit lain pada akhirnya kembali lagi menggunakan bibit kami.

Sifat bibit jamur tiram yang kami produksi:

Ukuran besar, rumpun banyak, berwarna putih bersih dan tidak mudah pecah pingir tudungnya.

Kami tunggu anda di tempat kami untuk studi banding dan berbagi informasi, bila memungkinkan dapat terjalin hubungan bisnis… Silahkan lihat halaman KONTAK. Anda ingin mengetahui layanan kami silahkan lihat TOTAL SUPPORT.

 

salam hangat,

Rachmatullah.