Trik Menghindari Kontaminasi saat Membuat Bibit F0


Sebenarnya trik menghindari kontaminasi saat membuat bibit F0 jamur tiram ini tidaklah spesial, apalagi bagi yang sudah terbiasa menggeluti kultur jaringan tanaman. Tapi berhubung kebiasaan masyarakat pathologi or mycologi tidak menggunakan trik ini, jadilah seperti berasa spesial.. beda.. terbaru.. atau aneh bagi perkembangan budidaya jamur tiram..

Yup! Berhubung background aku adalah sebagai “mantan” peneliti kultur jaringan, rasanya kok tergelitik ya untuk menerapkan cara ini. Aku sih hanya ingin share sedikit teknik membuat media kultur jaringan untuk diterapkan sebagai teknik membuat media FO jamur tiram atau jamur apapun itu. diharapkan tingkat kontaminasi bibit F0 yang dihasilkan nantinya bisa sedikit atau bahkan 0%.. Jika menurut Anda cara bisa dilakukan ya monggo, kalau cuma dianggap sebagai wacana ya silahkan.. setidaknya inilah ideku.. semoga berguna bagi yang menerapkan..πŸ˜€

Oke.. kita mulai ya.. simak baik baik:

Sekarang Anda bayangkan dulu ada berapa banyak mikroorganisme yang melayang-layang di udara? pasti jumlahnya sangat banyak dan memenuhi setiap milimeter volum udara. Ketika Anda menanam kultur jamur tiram, apakah Anda sadari bahwa terjadi kontak udara bermikroorganisme itu dengan media? Pasti dong.. emangnya Anda menanam dalam ruang hampa??? hehehe.. Nah, pada dasarnya, kontaminasi itu terjadi karena adanya kontak udara dengan media. kalau Anda memperkecil terjadinya kontak tersebut, kontaminasi bisa dihindari? PASTI!!

Baiklah, sekarang apa yang sering dilakukan pembudidaya jamur tiram saat membuat bibit F0? Inilah fokus yang akan aku bahas:

umumnya dan sudah dilakukan turun temurun dari guru ke murid yaitu pencampuran bahan media + agar ==> aduk hingga rata ==> dididihkan ==> masukkan ke dalam tabung erlenmayer ==> diautoklaf ==> didinginkan / siap digunakan. Ketika ingin mengisolasi spora, media yang telah beku tersebut dipanaskan lagi hingga mencair lalu dituang ke dalam petri, dididamkan lagi hingga membeku (pengerjaan di dalam laminar / enkas) lalu siap ditanami spora.

Coba Anda perhatikan urutan-urutan cara membuat media F0 tersebut. Untuk isolasi spora yang pertama saja setidaknya melalui tahap pemanasan hingga mendidih sebanyak 2 kali dan tahap mencairkan sebanyak 1 kali.. (kutandai berwarna merah).. nah, kalau ingin isolasi lagi berarti memanaskan lagi stok yang anda buat, berarti sudah memanaskan 4 kali.. buat lagi.. panaskan lagi… apakah media ini masih fress / baik???

Sekarang Anda perhatikan lagi, kontak udara dengan media F0 jamur tiram terjadi ketika:

  1. Menuangkan stok ke dalam petri. Its ok kalau medianya masih benar-benar panas, kalau sudah mendingin pasti disitu ada kemungkinan mikroorganisme bisa survive / bertahan. Sebenernya petri yang siap tanam itu bagian dalamnya steril, berhubung media yang dituang agak dingin, terjadi kontak udara dengan permukaan dalam dan si imut kontaminan bertahan, selanjutnya Anda tahu sendiri..
  2. Kontak udara saat isolasi. Idealnya isolasi spora dilakukan dengan cepat agar meminimalisir kontak dengan udara. Tapi terkadang ada saja kendala, bahan tanam yang sulit dieksekusi, persiapan belum sempurna sehingga terjadi pemindahan alat dari luar ke dalam laminar / enkas atau sebaliknya, akibatnya zona steril yang cuma 1/3 dari luas laminar jadi kacau..πŸ˜€

Lalu bagaimana mengurangi kekurangan-kekurangan itu?? Coba Anda lakukan cara berikut:

  1. Usahakan membuat media secukupnya saja. misal hari itu atau seminggu itu Anda mau membuat 30 bibit F0 jamur tiram. Anda perkirakan bahan-bahan hanya untuk membuat 30 media saja.
  2. Lakukan pencampuran bahan dan mematangkan agar-agar hingga mendidih seperti biasa.
  3. Disinilah mulai perbedaannya, tidak disimpan dalam tabung erlenmeyer tapi langsung Anda tuang ke dalam petri, bagi rata hingga 30 media lalu dinginkan hingga beku. ingat ya, didinginkan dulu hingga beku agar memudahkan Anda melakkan proses selanjutnya.
  4. Isolasi / tutup rapat pinggiran petri dengan plastik wrapping / plastik semi permiabel yang biasa untuk mengemas sayuran dan buah.
  5. Sterilkan dengan autoklaf seperti biasa.
  6. Setelah selesai sterilisasinya, JANGAN DIANGKAT!! biarkan saja bingga uapnya turun dan buka tutup autoklafnya. biarkan media dingin dengan sendirinya. alasannya, kalau dalam keadaan panas anda angkat akan menggoncangkan media yang masih cair, bisa-bisa berantakan hingga kepinggir-pinggir.. ini bahaya, bisa mengundang kontaminasi juga.
  7. Setelah dingin dan beku, Anda bisa langsung menggunakannya. Sisanya bisa Anda simpan dalam lemari pendingin hingga 2 bulan lamanya. kalau Anda butuh ya tinggal pakai saja, tidak perlu memanaskan dan menuang media stok lagi..πŸ˜€

Trik membuat media F0 jamur tiram ini asyik apa asyik??? jelas asyik dong…πŸ˜€ dengan melakukan cara tersebut Anda bisa mengurangi resiko media yang rusak karena pemanasan yang berkali-kali. selain itu bisa mengurangi kontak media dengan udara.. apalagi kalau laminarnya bagus yang ada blowernya dan lampu uv.. wah.. zero kontaminasi tidaklah mustahil broo..πŸ˜€

note: teknik ini tidak cocok untuk orang yang tidak sabaran dan tidak mau merencanakan produksi bibitnya, so bila Anda tidak setuju jangan protes ya.. Tapi bila Anda berhasil dengan cara ini dan mendapatkan manfaat, harap beritahukan orang lain dan jangan lupa sebutkan nama blog ini ya.. * nebeng terkenal hehehe…πŸ˜€

Sekian, semoga trik menghindari kontaminasi saat membuat bibit F0 jamur tiram ini bermanfaat. Terima kasih..

salam,

Rachmatullah.

2 Tanggapan

  1. Klo masukin eksplan tpi media agarnya msih panas apa ga mati eksplanya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: