Budidaya Jamur tanpa Sterilisasi Apa Mungkin??


Selama saya berkecimpung di dunia jamur banyak pertanyaan apa saja yang diperlukan untuk memulai budidaya jamur konsumsi, cara dan biayanya… weh…weh… weh… cukup banyak yang diperlukan, mulai dari persiapan ilmu dan pengetahuan, mental dan keterampilan, dana dan fasilitas hingga dukungan dari lingkungan tinggal…

Ketika menyinggung tentang sterilisasi, tidak sedikit orang yang minat berbudidaya jamur seperti jamur tiram berfikir 2 kali, karena ini menyangkut hidup dan matinya bisnis. bagaimana tidak, satu rupiah yang diharapkan akan menghasilkan sekian rupiah akan meleset karena gangguan dari organisme lain. mending jika hanya berkurang keuntungan beberapa rupiah saja, bagaimana bila 1 rupiah yang diinfestasikan itu kemudian ludes habis??? weleh…

nah pertanyaannya, apakah bisa berbudidaya jamur tiram tanpa sterilisasi terlebih dahulu??? saya jawab ada kemungkinan bisa. tapi kalau pertanyaannya diubah, apakah tetap menguntungkan??? saya jawab tidak tahu…🙂 aku belum pernah coba… hehehe…

ok, sebagai wacana, seperti artikel yang ditulis oleh pak isroi di blognya isroi.wordpress.com, beliau bereksperimen kalau media yang diinokulasi jamur pelapuk putih tanpa dilakukan sterilisasi terlebih dahulu ternyata dapat tumbuh berkembang, bahkan sampai mengeluarkan tubuh buah. mengapa ini bisa terjadi, beliau juga berasumsi kalau pertumbuhan yang cepat dari jamur pelapuk putih melebihi dari organisme kontaminan sehingga jamur tersebut bisa bertahan dan mampu mendominasi media… ini baru penelitian awal, diharapkan ada keberlanjutan penelitian agar bisa diterapkan untuk skala budidaya… amien…🙂

kalau anda sudah mengunjungi blog pak isroi, sekarang bagaimana bila dilihat dari sudut pandang bisnis… asumsinya begini, media yang tidak disterilisasi berarti kemungkinan kontaminasinya lebih besar dari pada yang disterilisasi. bila kemungkinan ini lebih besar berarti kemungkinan gagal juga lebih besar… bisa anda pilih sendiri, keluar sedikit biaya untuk hasil maksimal atau hemat biaya dengan hasil yang bisa dikatakan berjudi… ingat, bisnis bukan judi…. jadi menurut saya sterilisasi tetap perlu untuk budidaya jamur konsumsi…

sedangkan untuk menekan biaya, moga saja ada banyak orang-orang seperti pak isroi atau anda dapat menenukan cara sterilisasi yang lebih baik dan hemat biaya.. bukan menghilangkan tahapan sterilisasinya…🙂

3 Tanggapan

  1. Media tanpa sterilisasi memang banyak kontaminannya, tetapi jamur tetap dapat tumbuh dan berproduksi. Dalam hitungan kasar saya, meskipun produktivitas turun, tetapi biaya produksi turun sangat drastis. Modal juga bisa ditekan sangat rendah sekali. Secara keseluruhan lebih menguntungkan daripada dengan cara konvensional.
    Saat ini saya belum punya kesempatan mencoba dalam skala produksi. Memang perlu dibuktikan secara empirik dilapangan.
    Ini wacana baru yang akan membuka peluang baru dalam bisnis perjamuran.

    • ada 1 persoalan lagi yag perlu dipertimbangkan pak isroi, bagaimana dengan kualitasnya… berapa persen jamur yang layak dijual segar. kalau dijual dalam bentuk kering mungkin tidak terlalu masalah, apalagi berupa tepung (tapi pasca panen jamur masih jarang, terutama petani kecil). bila kita lakukan grading, apakah kuantitas jamur berkualitas (katakan yang super) tidak menurun…

  2. ane lo inokulasi jg g pke bunsen pa alkohol pa spirtus. Asal tanem aj, alhmdlh jg tmbh bgus… Tp g smua bi2t bs gtu. Ane nyoba bli bi2t laen g bs gtu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: