Pembibitan Jamur Tiram Putih


Bibit yang baik menentukan hasil produksi yang baik. Tidak dapat dipungkiri kalimat tersebut adalah benar karena bibit merupakan cikal bakal suatu keturunan. Bibit-bibit berkualitas diperoleh dengan cara-cara yang baik dan dimulai dari pemilihan bahan induk yang sehat. Berikut ini merupakan tahapan pembibitan yang kami lakukan:

Tahap 1: Pemilihan Bahan Induk

Induk-induk jamur yang kami pilih harus memiliki kriteria:

Bobot rumpun lebih dari 150g Batang dan tudung kokoh
Percabangan lebih dari 5 buah Ukuran seragam dalam satu rumpun
Berwarna putih bersih Bebas hama dan penyakit
Mulus tanpa bekas serangan hama Bahan telah dewasa (matang spora).

Bahan induk diisolasi dan dipindahkan ke dalam laboratorium untuk proses sterilisasi.

Tahap 2: Sterilisasi Bahan Induk

Bahan induk disterilisasi untuk membersihkan dari kontaminan kelompok bakteri atau sendawan lain. Cara yang kami lakukan yaitu memasukkan bahan induk ke dalam desikator / toples yang didalamnya terdapat cawan petri berisi larutan formalin 2 %.

Uap formalin akan menyebar di dalam desikator dan masuk ke sela-sela bahan induk seperti bulu halus dan lamela. Dengan cara ini bakteri dan cendawan lain yang menempel akan mati. Sterilisasi dilakukan selama 2 jam di dalam laminar air flow cabinet (LAFC).

Tahap 3: Penanaman Spora

Penanaman kami lakukan di dalam LAFC atau enkas agar memungkinkan kondisi tanam yang aseptik. Penanaman dilakukan dengan memotong tudung jamur tiram dengan ukuran 2 x 2 cm dan meletakkannya pada media PDA (posisi lamela menghadap ke bawah). Cawan petri berisi bahan spora ditutup dan diseal dengan plastik wrapping. Setelah itu cawan petri dipindahkan ke ruang inkubasi bibit.

Tahap 4: Pembuatan Bibit F1 / Starter

Masa inkubasi dianggap selesai dengan ditandai permukaan media PDA tertutupi misellium jamur dengan sempurna. Misellium tersebut kemudian dipindahkan secara aseptik ke dalam media F1 yang terbuat dari bahan organik murni yaitu biji-bijian.

Tahap 5: Pembuatan Bibit F2 / Bibit produksi

Setelah masa inkubasi F1 selesai, ambil beberapa biji yang ditumbuhi misellium dan dipindahkan ke dalam media baru sebagai F2. Komposisi media terdiri dari serbuk gergaji, biji-bijian, dan bekatul sehingga bibit yang dihasilkan berkualitas organik. Pembuatan bibit F2 ini pun dilakukan secara aseptik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: