Trik Menghindari Kontaminasi saat Membuat Bibit F0

Sebenarnya trik menghindari kontaminasi saat membuat bibit F0 jamur tiram ini tidaklah spesial, apalagi bagi yang sudah terbiasa menggeluti kultur jaringan tanaman. Tapi berhubung kebiasaan masyarakat pathologi or mycologi tidak menggunakan trik ini, jadilah seperti berasa spesial.. beda.. terbaru.. atau aneh bagi perkembangan budidaya jamur tiram..

Yup! Berhubung background aku adalah sebagai “mantan” peneliti kultur jaringan, rasanya kok tergelitik ya untuk menerapkan cara ini. Aku sih hanya ingin share sedikit teknik membuat media kultur jaringan untuk diterapkan sebagai teknik membuat media FO jamur tiram atau jamur apapun itu. diharapkan tingkat kontaminasi bibit F0 yang dihasilkan nantinya bisa sedikit atau bahkan 0%.. Jika menurut Anda cara bisa dilakukan ya monggo, kalau cuma dianggap sebagai wacana ya silahkan.. setidaknya inilah ideku.. semoga berguna bagi yang menerapkan.. :D

Oke.. kita mulai ya.. simak baik baik:

Sekarang Anda bayangkan dulu ada berapa banyak mikroorganisme yang melayang-layang di udara? pasti jumlahnya sangat banyak dan memenuhi setiap milimeter volum udara. Ketika Anda menanam kultur jamur tiram, apakah Anda sadari bahwa terjadi kontak udara bermikroorganisme itu dengan media? Pasti dong.. emangnya Anda menanam dalam ruang hampa??? hehehe.. Nah, pada dasarnya, kontaminasi itu terjadi karena adanya kontak udara dengan media. kalau Anda memperkecil terjadinya kontak tersebut, kontaminasi bisa dihindari? PASTI!!

Baiklah, sekarang apa yang sering dilakukan pembudidaya jamur tiram saat membuat bibit F0? Inilah fokus yang akan aku bahas:

umumnya dan sudah dilakukan turun temurun dari guru ke murid yaitu pencampuran bahan media + agar ==> aduk hingga rata ==> dididihkan ==> masukkan ke dalam tabung erlenmayer ==> diautoklaf ==> didinginkan / siap digunakan. Ketika ingin mengisolasi spora, media yang telah beku tersebut dipanaskan lagi hingga mencair lalu dituang ke dalam petri, dididamkan lagi hingga membeku (pengerjaan di dalam laminar / enkas) lalu siap ditanami spora.

Coba Anda perhatikan urutan-urutan cara membuat media F0 tersebut. Untuk isolasi spora yang pertama saja setidaknya melalui tahap pemanasan hingga mendidih sebanyak 2 kali dan tahap mencairkan sebanyak 1 kali.. (kutandai berwarna merah).. nah, kalau ingin isolasi lagi berarti memanaskan lagi stok yang anda buat, berarti sudah memanaskan 4 kali.. buat lagi.. panaskan lagi… apakah media ini masih fress / baik???

Sekarang Anda perhatikan lagi, kontak udara dengan media F0 jamur tiram terjadi ketika:

  1. Menuangkan stok ke dalam petri. Its ok kalau medianya masih benar-benar panas, kalau sudah mendingin pasti disitu ada kemungkinan mikroorganisme bisa survive / bertahan. Sebenernya petri yang siap tanam itu bagian dalamnya steril, berhubung media yang dituang agak dingin, terjadi kontak udara dengan permukaan dalam dan si imut kontaminan bertahan, selanjutnya Anda tahu sendiri..
  2. Kontak udara saat isolasi. Idealnya isolasi spora dilakukan dengan cepat agar meminimalisir kontak dengan udara. Tapi terkadang ada saja kendala, bahan tanam yang sulit dieksekusi, persiapan belum sempurna sehingga terjadi pemindahan alat dari luar ke dalam laminar / enkas atau sebaliknya, akibatnya zona steril yang cuma 1/3 dari luas laminar jadi kacau.. :D

Lalu bagaimana mengurangi kekurangan-kekurangan itu?? Coba Anda lakukan cara berikut:

  1. Usahakan membuat media secukupnya saja. misal hari itu atau seminggu itu Anda mau membuat 30 bibit F0 jamur tiram. Anda perkirakan bahan-bahan hanya untuk membuat 30 media saja.
  2. Lakukan pencampuran bahan dan mematangkan agar-agar hingga mendidih seperti biasa.
  3. Disinilah mulai perbedaannya, tidak disimpan dalam tabung erlenmeyer tapi langsung Anda tuang ke dalam petri, bagi rata hingga 30 media lalu dinginkan hingga beku. ingat ya, didinginkan dulu hingga beku agar memudahkan Anda melakkan proses selanjutnya.
  4. Isolasi / tutup rapat pinggiran petri dengan plastik wrapping / plastik semi permiabel yang biasa untuk mengemas sayuran dan buah.
  5. Sterilkan dengan autoklaf seperti biasa.
  6. Setelah selesai sterilisasinya, JANGAN DIANGKAT!! biarkan saja bingga uapnya turun dan buka tutup autoklafnya. biarkan media dingin dengan sendirinya. alasannya, kalau dalam keadaan panas anda angkat akan menggoncangkan media yang masih cair, bisa-bisa berantakan hingga kepinggir-pinggir.. ini bahaya, bisa mengundang kontaminasi juga.
  7. Setelah dingin dan beku, Anda bisa langsung menggunakannya. Sisanya bisa Anda simpan dalam lemari pendingin hingga 2 bulan lamanya. kalau Anda butuh ya tinggal pakai saja, tidak perlu memanaskan dan menuang media stok lagi.. :D

Trik membuat media F0 jamur tiram ini asyik apa asyik??? jelas asyik dong… :D dengan melakukan cara tersebut Anda bisa mengurangi resiko media yang rusak karena pemanasan yang berkali-kali. selain itu bisa mengurangi kontak media dengan udara.. apalagi kalau laminarnya bagus yang ada blowernya dan lampu uv.. wah.. zero kontaminasi tidaklah mustahil broo.. :D

note: teknik ini tidak cocok untuk orang yang tidak sabaran dan tidak mau merencanakan produksi bibitnya, so bila Anda tidak setuju jangan protes ya.. Tapi bila Anda berhasil dengan cara ini dan mendapatkan manfaat, harap beritahukan orang lain dan jangan lupa sebutkan nama blog ini ya.. * nebeng terkenal hehehe… :D

Sekian, semoga trik menghindari kontaminasi saat membuat bibit F0 jamur tiram ini bermanfaat. Terima kasih..

salam,

Rachmatullah.

Kok Bisa Bibit PDA Jamur Tiram Terkontaminasi

Siapa yang tidak kesal bila semua pekerjaan membuat bibit jamur tiram sia-sia karena hasil bibit terkontaminasi. Tidak terkecuali membuat bibit PDA atau Bibit F1 dan F2, bahkan membuat baglog produksi jamur tiram pun kontaminasi akan mengintai..

Seorang teman yang pernah usaha bareng dengan aku mengatakan “sebesar apapun usaha jamur yang telah berjalan, kontaminasi di baglog pasti ada“. yup, itulah realita bisnis jamur, jadi Anda jangan berangan tinggi untuk seratus persen bebas kontaminasi. Paling tidak, usahakan persentase kontaminasinya tidak lebih dari 5 persen (kalau baglog).

Sekarang Aku akan membahas tentang kontaminasi pada bibit PDA jamur tiram. Suka atau tidak suka dengan pernyataan aku “BIBIT PDA HARUS BEBAS KONTAMINASI!!” aku gak peduli, terserah Anda berargumen karena inilah yang aku yakini..

Mari kita kosongkan pikiran sama-sama dan mulailah memikirkan alasanku tentang kontaminasi di bibit PDA jamur tiram ini. Bibit adalahcikal bakal dari kehidupan berikutnya, mempengaruhi proses berikutnya dan hasil akhir yang didapat nantinya“. karena itu “bibit super” adalah mutlak.

Terlepas dari daya “kecambah”, daya “penetrasi” misellium dan daya-daya yang lain, bibit yang bebas kontaminasi aku kasih bintang 5, artinya hal ini perlu diperhatikan dengan serius karena kerugian budidaya jamur tiram terbesar sebenarnnya karena kontaminasi bukan daya-daya tersebut.

Kontaminasi terjadi karena adanya mikroorganisme lain yang tumbuh di media tanam jamur tiram. Apapun media jamur tiram yang digunakan berpeluang ditumbuhi kontaminan. Analoginya seperti ini, jamur tiram saja bisa tumbuh maka akan ada mikroorganisme lain yang bisa tumbuh juga. Lah.. sapa yang tidak mau tumbuh di media yang segala macam nutrisi tersedia lengkap, lingkungannya juga terjamin.. iya tho… hehehe…

Penyebab kontaminasi di budidaya jamur tiram ada 2, yaitu bakteri dan cendawan. Pokoknya bila ada tanda-tanda yang tidak mirip dengan tanda kehidupan jamur tiram, baik misellium atau tubuh buah berarti dikatakan terkontaminasi atau “gulma”.

Kontaminasi cendawan pada media bibit PDA jamur tiram ditandai dengan adanya misellium lain selain misellium inti (maksudnya misellium jamur yang dibudidaya). Bila Anda amati setiap hari, Anda akan temukan letak kontaminan yang berbeda, dengan cara ini Anda bisa memperkirakan penyebab kontaminasi.

Pertama, jika kontaminasi muncul pada atau dekat dengan bahan tanam yang ditanam, kontaminan bisa diperkirakan berasal dari bahan tanam itu sendiri. Bisa saja bahan tanam dari lapang yang ditanam telah terkontaminasi, atau pemilihan bahan tanam yang kurang steril seperti lamela.

Kedua, jika kontaminasi muncul pada media PDA tetapi tidak dekat dengan bahan tanam, biasanya tanda kontaminasi lebih dari satu, kontaminasi bisa dipastikan karena proses penanaman yang kurang steril. Kok bisa? nanti akan Aku uraikan di artikel yang akan datang ya…

Kontaminasi cendawan pada media PDA jamur tiram akan terlihat dalam waktu 2-4 hari, ditandai adanya misellium lain selain inti. Misellium kontaminan bisa berwarna lain atau serupa dengan misellium inti si jamur tiram. Oleh karena itu Anda perlu jeli membedakan tipe pertumbuhan misellium.

Berikutnya adalah kontaminasi bakteri. Kontaminasi yang disebabkan oleh bakteri biasanya terlihat sekitar 7-10 hari. Kontaminasi ditandai dengan adanya lendir di sekitar media <== karena pada dasarnya bakteri itu basah atau dari golongan mikroorganisme hewan.

lalu bagaimana cara mengetahui kontaminasi dengan mudah? artikel ini akan aku bahas di waktu yang akan datang yah… soalnya nanti bosan baca artikel seputar kontaminasi di budidaya jamur tiram ini karena terlalu panjang…

Pembuatan Bibit F1 dan F2 Jamur Tiram (alat)

Anda ingin membuat bibit F1 atau bibit F2 jamur tiram? sebetulnya cara pembuatannya sangat mudah, tidak jauh berbeda dengan membuat baglog jamur tiram. Aku yakin kalau Anda sudah bisa membuat baglog jamur tiram, pasti membuat bibit F1 jamur tiram juga akan mudah.

Bibit jamur, Bibit Botolan, Jamur Tiram, bibit F2, Bibit Bogor, Tiram Shimeji, Tiram Unggul

Hal yang perlu Anda ketahui sebelum membuat bibit jamur tiram yaitu bahwa bibit sangat menentukan tahap-tahap selanjutnya. Bila Anda membuat bibit F1 jamur tiram, maka tahap pembuatan F2 jamur tiram, pembuatan baglog jamur tiram atau bahkan perawatan saat growing dipengaruhi kualitas bibit F1 jamur tiram tersebut.

Tentu menulis artikel “Pembuatan Bibit F1 dan bibit F2 Jamur Tiram” ini sangat mudah bila dibandingkan praktek membuat bibit jamur itu sendiri. Jadi Aku Harap Anda tetap berlatih mengasah keterampilan inokulasi Anda. Jangan protes kalau tidak bisa yah.. :)

Baiklah, aku mulai prosedur pembuatan bibit jamur tiramnya:

Langkah awal, persiapkan dulu alat-alatnya. Standarnya, alat-alat yang dibutuhkan untuk membuat bibit jamur tiram yaitu Autoklaf, Laminar Air Flow Cabinet (LAFC), tabung dan gelas ukur, alat-alat tanam, bunsen dan keranjang-keranjang. Alat-alat ini ideal untuk membuat bibit, tapi tentu saja harganya selangit…

autoklaf, autoclave, alat sterilisasi, sterilisasi bibit, alat autoklaf

Autoklaf

Aku coba baca isi pikiran Anda… Aha… Anda ingin yang skala rumah tangga yah?? Baiklah, Berikut ini alat-alat yang bisa digunakan untuk membuat bibit jamur skala rumah tangga:

  1. Presto, alat ini sebagai penganti autoklaf. sebenernya kalau Anda bisa beli autoklaf bekas, tetap akan lebih baik memakai autoklaf.
  2. Enkas atau wadah kaca, alat ini sebagai pengganti LAFC. Mudah kok cara membuatnya. Anda bisa gunakan akuarium sebagai enkas. Atau bila Anda pernah punya anak atau lihat bayi tetangga yang baru lahir tentu tahu baby box yang di rumah sakit untuk bayi prematur, buatlah desainnya seperti itu.
  3. Tabung dan gelas ukur, kalau yang ini tidak bisa diganti yah, beli saja 1 atau 2 sudah cukup untuk selamanya (kalau tidak pecah hehehe…). Tabung gelas ini digunakan untuk menakar bahan, tapi… tampaknya alat-alat ini tidak diperlukan untuk pembuatan bibit F1 dan F2 jamur tiram deh. Kalau membuat bibit PDA sih iya… hehehe… ya anggap saja pengetahuan :)
  4. Alat-alat tanam, ini juga mutlak diperlukan! tapi cuma perlu sudip saja kok untuk membuat bibit jamur tiram. Jika Anda sudah bisa membuat baglog jamur tiram tentu punya alat ini.
  5. Lampu spiritus, alat ini sebagai penganti bunsen. Bunsen berfungsi untuk mensterilisasi spatula sebelum penetrasi ke dalam botol saat memindahkan bibit dari bahan tanam ke media calon bibit jamur tiram. Sebenarnya bunsen itu ya lampu spiritus, tapi harganya bisa 35-40rb per pcs kalau beli di toko kimia. Kalau membuat sendiri lampu spiritus dari botol bekas akan lebih murah, bahkan bisa tanpa mengeluarkan biaya…
  6. Keranjang-keranjang, ini opsional saja. Tapi dengan adanya keranjang pekerjaan Anda jadi lebih rapi dan tidak memakan tempat. Pilih keranjang yang sesuai kebutuhan, tidak harus mahal :)

Yup, itulah alat-alat yang harus Anda siapkan sebelum mulai membuat bibit jamur tiram. Silahkan kumpulkan dahulu sebelum aku mulai menulis artikel lagi tentang bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat bibit F1 dan F2 jamur tiram. Semoga artikel ini dapat membantu, bila belum puas bisa cari lagi di google.. :)

SURAT PERJANJIAN KERJASAMA BUDIDAYA JAMUR TIRAM (Pleurotus spp.)

SURAT PERJANJIAN KERJASAMA

BUDIDAYA JAMUR TIRAM (Pleurotus spp.)

Bismillaahir-rohmaanir-rohiim, dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang bertanda tangan di bawah ini:

 

1.       Nama                    : …………………………………………….

Tempat / Tgl Lahir : …………………………………………….

No. KTP                 : …………………………………………….

Alamat                  : …………………………………………….

…………………………………………….

 

Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA

 

2.       Nama                    : …………………………………………….

Tempat / Tgl Lahir : …………………………………………….

No. KTP                 : …………………………………………….

Alamat                  : …………………………………………….

…………………………………………….

 

Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA

 

Berdasarkan prinsip saling percaya, keterbukaan dan menjunjung tinggi kebenaran, kedua belah pihak tersebut di atas telah setuju dan sepakat tanpa paksaan melakukan hubungan kerjasama usaha budidaya jamur tiram. Adapun hak dan kewajiban kedua belah pihak diatur sebagai berikut:

 

PASAL 1

Ruang Lingkup Kerjasama

 

1.     Kerjasama yang dimaksudkan dalam surat perjanjian ini yaitu Kerjasama Usaha Produksi Jamur Tiram Segar.

 

2.     PIHAK PERTAMA menyediakan media tanam jamur tiram siap produksi yang kemudian disebut sebagai baglog dengan cara membeli baglog kepada PIHAK KEDUA.

 

3.     PIHAK KEDUA menyediakan / memproduksi baglog sebagai barang pembelian oleh PIHAK PERTAMA.

 

4.     PIHAK KEDUA menggunakan baglog tersebut di ayat 2 dan 3 sebagai barang investasi dari PIHAK PERTAMA untuk memproduksi jamur tiram seperti tersebut di ayat 1.

 

PASAL 2

Harga Baglog dan Pembayaran

 

1.     PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA telah menyepakati harga satuan baglog sebesar Rp. 1.800,- (seribu delapan ratus rupiah).

 

2.     PIHAK PERTAMA membeli baglog kepada PIHAK KEDUA sesuai harga tersebut di ayat 1 dengan jumlah 10.000 buah sehingga total harga pembelian menjadi Rp. 18.000.000,- (delapan belas juta rupiah).

 

3.     PIHAK PERTAMA telah melakukan pembayaran untuk pembelian 10.000 baglog dari PIHAK KEDUA secara tunai / kontan / cash.

 

PASAL 3

Jangka Waktu

 

1.     PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA menyepakati jangka waktu perjanjian hubungan kerjasama seperti tersebut di PASAL 1 selama 5 bulan 14 hari.

 

2.     Rincian waktu tersebut di ayat 1 yaitu 1 bulan 14 hari adalah waktu yang diberikan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA untuk menyelesaikan produksi baglog dan 4 bulan adalah waktu kerjasama produksi jamur tiram segar yang selanjutnya disebut sebagai periode produksi.

 

3.     Periode produksi terhitung saat pertama kali jamur tiram dipanen dan terjual.

 

4.     Jangka waktu surat perjanjian kerjasama ini dapat diperpanjang / dilanjutkan sesuai kesepakatan PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.

 

PASAL 4

Spesifikasi Baglog

 

1.     Baglog yang diproduksi oleh PIHAK KEDUA untuk PIHAK PERTAMA menggunakan ukuran plastik 17 x 35 cm dengan ketebalam 0.3 – 0.4 mm dan berat rata-rata 1 – 1.2 kilogram.

 

2.     Baglog tersebut di ayat 1 telah memiliki misellium sempurna ditandai dengan warna putih menutupi seluruh permukaan baglog.

 

3.     Baglog tersebut di ayat 1 tidak menggunakan ring sebagai penutup mulut plastik tetapi menggunakan steples atau karet (sesuai ketersediaan).

 

PASAL 5

Biaya Operasional dan Rincian Pendapatan

 

1.     PIHAK PERTAMA membayarkan Rp. 1.000,- (seribu rupiah) kepada PIHAK KEDUA dari hasil panen jamur tiram segar terhitung setiap kilogram dan berlaku kelipatannya sebagai biaya operasional / jasa pemeliharaan baglog.

 

2.     Pembayaran tersebut di ayat 1 dilakukan dengan cara pemotongan / auto debet pendapatan yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA dari hasil penjualan jamur tiram segar sejumlah tersebut di ayat 1 yaitu Rp. 1.000,- (seribu rupiah) setiap kilogram penjualan panen.

 

3.     Diasumsikan harga penjualan jamur tiram segar setiap kilogram adalah Rp. 7.000,- (tujuh ribu rupiah), maka PIHAK PERTAMA akan mendapatkan pendapatan sebesar Rp. 6.000,- (enam ribu rupiah) dan PIHAK KEDUA mendapatkan pendapatan sebesar Rp. 1.000,- (seribu rupiah) dari setiap kilogram penjualan.

 

4.     Harga penjualan tidak ditentukan dalam surat perjanjian ini melainkan mengikuti / sesuai dengan harga pasar yang berlaku. Harga Penjualan tersebut di ayat 3 sebesar Rp. 7.000,- (tujuh ribu rupiah) merupakan harga asumsi dan bukan harga mutlak.

 

PASAL 6

Perihal Kemungkinan Rugi

 

1.     Perihal rugi-laba secara total sejak pertama kali panen hingga akhir periode tanam dihitung pada akhir periode tanam.

 

2.     Apabila total perhitungan rugi-laba selama periode tanam mengalami kerugian, jumlah kerugian akan ditanggung oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA dengan perbandingan 50% : 50%.

PASAL 7

Hak dan Kewajiban Pihak Pertama

 

1.     PIHAK PERTAMA memiliki hak melakukan sendiri atau menugaskan tenaga kerjanya untuk memantau hasil panen dari baglog miliknya dan harga pasar yang berlaku di pasaran jamur tiram Bogor.

 

2.     PIHAK PERTAMA memiliki hak untuk mendapatkan laporan hasil produksi jamur tiram dari baglog miliknya dan pendapatan setelah hasil panen dipasarkan setiap bulan.

 

3.     PIHAK PERTAMA tidak memiliki hak dalam manajemen produksi dan pemeliharaan baglog yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA atas baglog miliknya.

 

4.     PIHAK PERTAMA memiliki hak memberi saran dan masukan dalam manajemen produksi dan pemeliharaan baglog yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA atas baglog miliknya akan tetapi keputusan akhir tetap di tangan PIHAK KEDUA.

 

5.     PIHAK PERTAMA memiliki hak mendapat garansi penggantian baglog dengan yang baru apabila terjadi kontaminasi pada baglog miliknya selama 1 bulan pertama dalam periode produksi. Baglog yang diganti apabila mengandung kontaminan yang di diperkirakan kwalitas maupun kwantitasnya dapat membahayakan baglog itu atau baglog-baglog lainnya yaitu kontaminan dengan ketebalan pekat dan luasan mencapai 25% dari luas permukaan baglog.

 

6.     PIHAK PERTAMA memiliki hak mendapatkan pendapatan seperti tersebut di Pasal 5 sebesar Rp. 6.000,- (enam ribu rupiah) dengan asumsi harga jual Rp. 7.000,- (tujuh ribu rupiah) untuk setiap kilogram hasil panen dari baglognya yang telah dipasarkan oleh PIHAK PERTAMA.

 

PASAL 8

Hak dan Kewajiban Pihak Kedua

 

1.     PIHAK KEDUA memiliki kewajiban memproduksi baglog yang telah dibeli oleh PIHAK PERTAMA sesuai dengan spesifikasi tersebut di Pasal 4 dengan jumlah tersebut di Pasal 2 ayat 2 yaitu 10.000 baglog dengan tenggang waktu seperti disebut di Pasal 3 ayat 2 yaitu selama 1 bulan 14 hari.

 

2.     PIHAK KEDUA memiliki kewajiban memberikan laporan hasil produksi jamur tiram dan pendapatan setelah hasil panen dipasarkan kepada PIHAK PERTAMA setiap bulan.

 

3.     PIHAK KEDUA memiliki kewajiban mengontrol pemeliharaan baglog milik PIHAK PERTAMA agar hasil panen jamur tiram mencapai rata-rata total minimal per baglog sebanyak 0,4 kilogram.

 

4.     PIHAK KEDUA memiliki kewajiban memberikan garansi penggantian baglog dengan yang baru kepada PIHAK PERTAMA apabila terjadi kontaminasi pada baglog miliknya selama 1 bulan pertama dalam periode produksi.

 

5.     PIHAK KEDUA memiliki hak mendapatkan pendapatan seperti tersebut di Pasal 5 sebesar Rp. 1.000,- (seribu rupiah) untuk setiap kilogram hasil panen dari baglog milik PIHAK PERTAMA yang telah dipasarkan.

 

PASAL 9

Force Majeure

 

PIHAK PETAMA atau PIHAK KEDUA tidak dianggap bersalah atau melanggar salah satu ketentuan dalam surat perjanjian ini oleh sebab-sebab yang bersifat force majeure. Hal-hal yang bersifat force majeure yaitu:

 

1.     Bencana Alam, seperti gempa bumi, gunung meletus, banjir dan longsor

2.     Wabah penyakit

3.     Perang atau huru-hara

4.     Kebakaran

5.     Pemberontakan

6.     Teroris

7.     Sabotase

 

Apabila terjadi salah satu yang bersifat force majeure di atas, dalam jangka waktu 3 hari PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA bertemu dan membicarakan pemecahannya secara musyawarah untuk mencapai mufakat.

 

PASAL 10

Penyelesaian Perselisihan

 

PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA secara sadar akan menyelesaikan segala permasalahan yang dimungkinkan terjadi dengan jalan kekeluargaan yaitu musyawarah untuk mufakat serta menjunjung tinggi nilai-nilai hukum yang berlaku di Negara Indonesia.

 

PASAL 11

Penutup

 

1.     Seluruh isi Surat Perjanjian Kerjasama Usaha Produksi Jamur Tiram Segar ini merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan halaman per halaman, pasal per pasal atau ayat per ayat.

 

2.     Surat Perjanjian Kerjasama Usaha Produksi Jamur Tiram Segar ini dibuat rangkap 2 (dua), bermaterai secukupnya, dan masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama.

 

3.     PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA menerima / memiliki 1 (satu) rangkap / jilid Surat Perjanjian Kerjasama Usaha Produksi Jamur Tiram Segar.

 

4.     Surat Perjanjian Kerjasama Usaha Produksi Jamur Tiram Segar ini berlaku setelah ditandatangani oleh PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.

 

5.     Surat Perjanjian Kerjasama Usaha Produksi Jamur Tiram Segar ini tidak lagi berlaku setelah 5 bulan 14 hari dari tanggal yang tertera di Surat Perjanjian ini dan atau tidak berlaku setelah periode tanam berakhir dan atau tidak berlaku sesuai tanggal yang tertera pada sudut kiri bawah halaman 6 (enam).

 

 

Bogor, ……………………..

 

PIHAK PERTAMA                                                    PIHAK KEDUA

 

 

 

……………………..                                                   ……………………..

 

 

SAKSI SATU                                                           SAKSI DUA

 

 

 

……………………..                                                   ……………………..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Surat Perjanjian ini

berlaku hingga: ……………………..

10 Larangan untuk Menghindari Kontaminasi pada Jamur Tiram

Kontaminasi pada budidaya jamur tiram memang menyebalkan. Banyak uang yang dikeluarkan dan tenaga juga tentunya kalau kontaminasi datang semuanya akan sia-sia saja. tidak peduli tingkatan mana dalam proses pembudidayaan jamur tiram, kontaminasi pasti dapat mengencam. mulai dari pembuatan media PDA, bibit jamur hingga baglog produksi memiliki peluang yang sama.

Cara mengatasi kontaminasi ada beragam, ini tergantung dari masing-masing petani. Ada yang menerapkan pencegahan organik atau kimiawi. Tentu saja yang kimiawi ini perlu dihindari yah…. karena jamur sangat mudah menyerap senyawa kimia dan dapat terakumulasi di dalamnya.

Berikut ini beberapa contoh perilaku yang dilarang saat berbudidaya jamur. Perilaku ini berpotensi menimbulkan kontaminasi, jangan anggap sepele sesuatu yang kecil dan sederhana karena bisa saja jamur tiram di kumbung anda luluh lantak tak bersisa.

1. Mencampur stok media lama dengan yang baru. Anda tidak akan tahu mikroorganisme apa yang sudah bersarang pada media lama.

2. Menggunakan alas kaki dari luar areal bididaya. Bisa saja alas kaki yang anda pakai sebelumnya menginjak atau bersinggungan dengan sumber kontaminsi

3. Menggunakan baju kotor. Pekerja sering ceroboh ketika bekerja di kumbung, mentang-mentang kerja kasar lantas baju yang dikenakan tidak pernah dicuci, alasannya simpel karena pakaian “dinas”… Padahal hal ini berbahaya sekali terutama ketika inokulasi.

4. Makan di areal budidaya. Lah…. tempat makan kan di ruang makan masak di kumbung… atau ruang inkubasi apalagi ruang inokulasi… kacau dah… gimana kalau nasinya tercecer… jadilah biang kontaminasi, jamur oncom tumbuh lalu menyerang seisi kumbung…

5. Berbicara / bersin saat inokulasi. mulut itu sumber bakteri, memang hal ini sangat kecil kemungkinannya mengakibatkan kontaminasi tapi dari hembusan angin dari mulut tertuju langsung ke dalam baglog atau bibit jamur. Akibatnya jamur kontaminan yang ada di udara ikut masuk ke dalamnya.

6. Tidak menggunakan bunsen / api. Jangan mentang-mentang sudah ahli inokulasi jamur tiram, tetap saja makhluk kasat mata berpeluang hinggap di alat tanam lalu masuk ke media saat inokulasi.

7. Menaruh sembarangan alat tanam. ini tentu sudah jelas maksudnya, apalagi kalau alat tanam tidak pernah dicuci.

8. Menggunakan air kotor. Karena malas mengambil air yang agak jauh, main ambil saja air terdekat, padahal bisa saja air itu bekas cuci tangan orang atau lainnya.

9. Membiarkan binatang piaraan bermain di tumpukan media. Wah… bagaimana kalau “pup” di situ yah…

10. Makan jagung sambil memandangi jamur tiram di kumbung.  awas tercecer jagungnya atau lupa sengaja dibuang bonggolnya di pojokan kumbung… bisa bahaya…

10. Menunda memisahkan baglog kontam. kalau anda tahu ada baglog yang kontam, segera pindahkan saja. buat apa dipiara kalau beresiko mengkontaminasi yang lain.

nah demikian itu sebagian kecil hal-hal remeh yang bisa mengakibatkan kontaminasi. sebenarnya perilaku anda atau saya sendiri yang menyebabkan kontaminasi. ayo berbudidaya lebih rapi, bersih dan teratur… :)

kalau anda tidak ingin kontaminasi terjadi pada budidaya jamur tiram yang anda lakukan, beli baglog yang sudah jadi saja. cara ini dapat mengurangi 50% peluang terjadinya kontaminasi dan kerugian investasi anda. segera hubungi kontak blog ini untuk memesan baglog berkualitas dengan bibit jamur tiram shimeji dari jepang.

Penawaran Investasi Jamur Tiram

 

Alhamdulillah, Kami telah memasuki tahun ke lima di usaha budidaya jamur tiram. Beragam tantangan dan hambatan telah kami lalui dan memberikan kami pengalaman yang sangat berharga sehingga kami dapat berkembang hingga sekarang ini.

Sedikit demi sedikit kami membangun kepercayaan, dimulai dari petani-petani jamur di Bogor dalam penyediaan bibit jamur berkualitas. Pada akhirnya sekarang ini Kami telah menjalin hubungan mitra usaha lebih dari 200 mitra.

Mitra kami tersebar di Jawa Barat dan sebagian di Sumatra yaitu Lampung. Insya Allah rencana ke depan kami akan meluaskan jaringan dan melakukan kerjasama dengan pemilik modal di Palembang dan Pare-pare.

Dengan segala kerendahan hati, kami mengajak anda untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman dalam hubungan kerjasama. Kami mengharapkan akan terjalin silaturahmi yang erat antar petani jamur dan memberikan keuntungan berupa materi untuk kedua belah pihak. Kerjasama yang kami tawarkan yaitu berupa hubungan investasi.

Hubungan kerjasama investasi ini merupakan layanan unggulan mengingat:

1. Semakin banyak pemilik modal yang ingin bergelut di bisnis jamur.
2. Investasi awal yang sangat besar untuk memulai budidaya jamur tiram secara mandiri dalam skala usaha.
3. Budidaya jamur tiram memiliki proses yang sangat panjang sehingga tidak mudah dilakukan secara mandiri.
4. Ketidaktersediaan waktu pemilik modal untuk terjun langsung mengurusi usaha jamur yang didanainya.
5. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan tentang budidaya jamur tiram.
6. Keterbatasan informasi pemasaran membuat ragu keinginan pemilik modal berbisnis jamur tiram.

Keuntungan yang anda dapat dari hubungan kerjasama ini yaitu:

1. Investasi nyata berwujud barang sehingga dapat anda lihat dan pantau. Investasi ini bukan investasi global untuk usaha kami melainkan jelas kepemilikannya karena setiap barang investasi (dalam hal ini baglog produksi) anda dipisahkan dengan milik investor lain.
2. Kerjasama dibuat dan disepakati di atas surat perjanjian bermaterai. Hal ini bertujuan untuk mengawasi kedua belah pihak yang bekerjasama agar tetap melakukan kegiatan sesuai perjanjian yang telah disepakati. 
3. Silaturahmi kekeluargaan akan lebih diutamakan dalam memecahkan permasalahan yang timbul sebelum beranjak ke tingkat hokum. Hal ini bertujuan untuk memberikan rasa nyama bagi kedua belah pihak.
4. Anda mendapat pelatihan gratis dengan cara saling berbagi informasi dan terjun langsung dalam kegiatan produksi. Kami mengharapkan suatu saat anda dapat usaha mandiri dan menyerap tenaga kerja di daerah asal anda.
5. Anda tidak perlu mengeluarkan modal besar dan berepot-repot memulai budidaya jamur tiram. Semua fix cost seperti kumbung, alat-alat, tenaga kerja dan pemasaran ditangani secara total oleh tenaga ahli kami.
6. Anda memperoleh jaminan pemasaran hasil panen. Mengingat permintaan jamur tiram yang semakin meningkat dan jaringan pemasaran kami yang telah luas, hasil panen dari investasi anda insya Allah dapat dipasarkan dengan mudah.
7. Anda mendapat laporan keuangan investasi secara berkala. Hal ini sebagai transparansi kami kepada anda sekaligus memberi kesempatan bagi anda untuk memantau perkembangan dan menganalisa kelayakan berbisnis jamur secara nyata, bukan hanya coret-coret di atas kertas.
8. Anda mendapat garansi 1 bulan dari kontaminasi. Insya Allah bibit kami berkualitas unggul sehingga pada saat miselium telah menutup media dengan sempurna dapat meminimalisir kontaminasi. Bila terjadi kontaminasi dalam 1 bulan pertama dalam periode tanam (4 bulan), akan kami ganti dengan baglog yang baru.

Syarat dan Ketentuan pokok dalam hubungan kerjasama:

1. Anda wajib membeli baglog dari kami minimal 10.000 baglog sebagai modal usaha. Baglog ini merupakan hak anda sebagai barang investasi yang menjadi tanggung jawab kami.
2. Setiap kilogram hasil panen akan dikenakan biaya Rp. 1000 sebagai jasa pengelolaan investasi anda. Perhitungan usaha dapat anda lihat pada halaman bagian bawah.
3. Ketentuan lainnya dibicarakan secara tatap muka untuk menghindari kesalahpahaman.

Resiko bagi Anda

Tidak ada usaha yang tidak memiliki resiko. Namun dengan hubungan silaturahmi yang baik antara anda dan kami diharapkan resiko-resiko itu dapat diperkecil. Sebisa mungkin permasalahan-permasalahan yang timbul dapat diselesaikan dengan saling berbagi informasi dan bertukar pikiran.

Kemungkinan resiko yang dapat timbul yaitu harga jatuh pada saat panen raya jamur. Namun hal ini biasanya tidak berlangsung lama mengingat daya simpan jamur yang sebentar, sekitar 3 hari. selain itu juga karena harga jamur di Bogor relatif stabil.

PERHITUNGAN INVESTASI USAHA

Nilai Investasi Anda

10.000 baglog x Rp. 1.800 = Rp. 18.000.000

Asumsi-asumsi

Potensi produksi minimal tiap baglog: 0.4 kg (rentang potensi 0.4 – 0.6 kg)

Harga jual jamur tiram wilayah Bogor: Rp. 7.000 per kg

Biaya jasa perawatan barang investasi: Rp. 1.000 per kg panen

Pendapatan bersih yang akan anda peroleh: Rp. 6.000 per kg

Lama kerjasama investasi dalam 1 periode tanam: 4 bulan

Hasil Panen Total

10.000 baglog x 0.4 kg = 4.000 kg

Pendapatan Total Anda

4.000 kg x Rp. 6.000 = Rp. 24.000.000

Keuntungan Total Anda

Rp. 24.000.000 – Rp. 18.000.000 = Rp. 6.000.000

Keuntungan Anda tiap Bulan

Rp. 6.000.000 – 4 bulan = Rp. 1.500.000

BEP Harga

Rp. 18.000.000 / 4.000 kg = Rp. 4500 / kg

R/C Rasio

Rp. 24.000.000 / Rp. 18.000.000 = 1.33

Demikian rincian penawaran hubungan kerjasama investasi dari kami. Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian anda membaca penawaran ini. Kami tunggu anda di tempat kami untuk melakukan pembicaraan awal sebagai follow up anda menanggapi penawaran ini secara serius.

Apa lagi yang anda ragukan, hambatan-hambatan dibawah ini telah kami berikan jalan penyelesaian khusus untuk anda.

- Cuma punya modal sedikit

- Tidak punya pengetahuan dan keterampilan

- Harus melatih tenaga kerja

- Tidak punya kumbung / rumah jamur

- Tidak punya lahan / lahan sempit

- Tinggal di kota yang udaranya panas

- Tidak tahu pemasaran hasil panen

- Selalu merasa kurang informasi???

STOP!!! Mulailah Sekarang juga. Hubungi kontak kami dan lihat total support kami.

Tips Mudah mendongkrak hasil panen pertama dan kedua

Baglog merupakan media tanam yang dipersiapkan untuk kebutuhan pertumbuhan jamur tiram. Di dalamnya telah tersedia berbagai nutrisi tambahan yang tidak tersedia di lingkungan aslinya tempat jamur tumbuh liar. Terang saja karena baglog dirancang untuk memproduksi jamur tiram dengan kualitas yang baik dan diharapkan dapat tumbuh secara berlanjut. 

Selain bahan-bahan tambahan, baglog juga memiliki kelembapan yang berasal dari air. Air ini salah satu syarat pertumbuhan jamur tiram. Seperti pepatah bagai jamur di musim penghujan, jamur memang tumbuh subur pada kondisi udara yang lembab lagi sejuk. Dengan tidak tercukupinya air bagi pertumbuhan, jamur tiram yang dihasilkan pun akan jauh dari kualitas.

Pengkabutan kumbung dilakukan untuk menghasilkan keadaan seperti kondisi optimum pertumbuhan jamur tiram. Namun sering kali pengkabutan memiliki banyak kekurangan. Pengkabutan dengan nozel yang terlalu besar akan berdampak pada akumulasi bintik air pada jamur tiram. Bila hal ini terjadi air akan lebih lama hilang dari jamur tiram dan mengakibatkan bercak kuning. Keadaan ini tentu tidak menarik saat dikemas.

Pengkabutan yang terlalu sering juga mengakibatkan lingkungan kumbung terlalu basah. Keadaa ini bisa memacu pertumbuhan mikroorganisme lain seperti ganggang dan bakteri pada media baglog. Hasil jamur tiram yang didapat pun terlalu basah sehingga mudah rusak atau tidak tahan lama saat disimpan.

Masalah yang lain lagi yaitu terkadang petani sulit menentukan waktu siram. Patokannya bukan pagi dan sore tapi apabila kelembapan kumbung telah berkurang. Bagi kumbung yang memiliki pengukur kelembapan saya rasa hal ini tidak menjadi persoalan.

Ada tips sederhana untuk mengatasi atau paling tidak dapat mengurangi masalah tersebut di atas. Efek lainnya yaitu dapat meningkatkan pertumbuhan dan bobot panen jamur tiram tanpa menjadikannya lebih lemah disimpan. Dengan cara ini hasil panen jamur tiram akan meningkat pada awal-awal panen karena kondisi baglog tidak banyak berubah.

Caranya cukup anda lubangi saja plastik pada bagian atas baglog tanpa membuka kapas penutup. Buat 2-3 lubang dan biarkan jamur tumbuh dari sana. Pada panen berikutnya buat kembali lubang di tempat berbeda dengan jumlah lubang lebih banyak. Cara ini memiliki maksud untuk mengurangi penguapan yang terjadi pada baglog sehingga air yang tersedia dimanfaatkan secara maksimal bagi pertumbuhan jamur tiram. Bila sudah demikian, otomatis bobot panen akan meningkat.

Mari kita lihat kebiasaan petani selama ini, ada yang membuka kapas, setelah panen dikorek-korek, atau membuka langsung memotong plastik bagian atas agar primordia yang keluar lebih banyak karena bidang tumbuh lebih luas. Tapi kelemahannya media mengalami penguapan yang tinggi dan cepat kering. Tentu anda dapat membandingkan penguapan yang terjadi antara baglog dengan diberi lubang kecil dengan baglog yang dibuka kapas penutupnya, terlebih-lebih yang dipotong plastik bagian atasnya…

Bila anda beranggapan pengkabutan akan membuat media kembali basah, saya menyangkal anggapan ini. Sebab baglog dengan misellium yang tebal tidak mudah menyerap air. Walau anda siram sekalipun air akan sedikit sekali yang terserap dan tidak akan mengembalikan kondisi seperti sedia kala. Anda dapat amati baglog yang plastiknya semakin hari semakin keriput, seharusnya hal itu tidak terjadi bila anggapan itu benar.

Nah, pada panen ketiga atau keempat dan seterusnya anda dapat membuat lubang yang lebih besar karena panen “monster” telah terjadi pada awal pertumbuhan. Lakukan perawatan seperti biasa… keberhasilan panen monster tidak terlepas pula dari kualitas bibit yang digunakan. Bibit kami telah banyak digunakan secara luas di daerah Bogor, Bandung, dan Lampung. Petani yang mencoba-coba menggunakan bibit lain pada akhirnya kembali lagi menggunakan bibit kami.

Sifat bibit jamur tiram yang kami produksi:

Ukuran besar, rumpun banyak, berwarna putih bersih dan tidak mudah pecah pingir tudungnya.

Kami tunggu anda di tempat kami untuk studi banding dan berbagi informasi, bila memungkinkan dapat terjalin hubungan bisnis… Silahkan lihat halaman KONTAK. Anda ingin mengetahui layanan kami silahkan lihat TOTAL SUPPORT.

 

salam hangat,

Rachmatullah.

Cara Mudah Budidaya Jamur Tiram, Beli Baglog Saja

Anda tertarik membudidayakan jamur tiram tapi tidak ingin direpotkan dengan proses yang panjang??? beli baglog saja…

ya… baglog merupakan rantai akhir dari proses pembudidayaan sebelum akhirnya jamur di panen. baglog sendiri merupakan istilah untuk media jamur kayu yang terdiri dari serbuk gergaji, tepung tapioka, bekatul / dedak dan kapur (lihat komposisi media jamur tiram). baglog ini sudah terinokulasi (ditanam) bibit sehingga anda tidak perlu repot lagi meracik media, sterilisasi dan menanam bibitnya.

secara visual, baglog produksi seperti kayu log (tabung) dan telah penuh ditutupi miselium jamur. ketika plastik tersebut dibuka atau dilubangi, jamur akan tumbuh, selanjutnya anda tinggal merawat saja…

Tidak perlu repot membuat baglog lagi

beberapa kelebihan budidaya jamur tiram dengan membeli baglog, diantaranya:

1. Memutus rantai kegiatan produksi, karena anda membeli hasil akhirnya saja…

2. Tidak memerlukan pekerja untuk pembuatan baglog

3. Anda dapat bekerja seorang diri merawatnya, tentu saja kalau ingin sedikit olah raga hehehe :)

4. Kalau anda punya rumah kosong tidak berpenghuni, bisa dijadikan kumbung

5. Tidak perlu lahan luas untuk proses produksi, cukup kumbung dengan ruang produksi saja…

6. Cocok untuk di daerah perkotaan yang lahannya tidak memungkinkan untuk semua proses produksi atau bagi anda yang berminat membuat agrowisata jamur (petik jamur sendiri)

Bila anda menangkap peluang, hubungi kami…. (lihat kontak) dimanapun anda berada akan kami bantu dengan sistem putus atau mitra. Kami akan bantu anda dengan TOTAL SUPPORT. Terima kasih.

Budidaya Jamur tanpa Sterilisasi Apa Mungkin??

Selama saya berkecimpung di dunia jamur banyak pertanyaan apa saja yang diperlukan untuk memulai budidaya jamur konsumsi, cara dan biayanya… weh…weh… weh… cukup banyak yang diperlukan, mulai dari persiapan ilmu dan pengetahuan, mental dan keterampilan, dana dan fasilitas hingga dukungan dari lingkungan tinggal…

Ketika menyinggung tentang sterilisasi, tidak sedikit orang yang minat berbudidaya jamur seperti jamur tiram berfikir 2 kali, karena ini menyangkut hidup dan matinya bisnis. bagaimana tidak, satu rupiah yang diharapkan akan menghasilkan sekian rupiah akan meleset karena gangguan dari organisme lain. mending jika hanya berkurang keuntungan beberapa rupiah saja, bagaimana bila 1 rupiah yang diinfestasikan itu kemudian ludes habis??? weleh…

nah pertanyaannya, apakah bisa berbudidaya jamur tiram tanpa sterilisasi terlebih dahulu??? saya jawab ada kemungkinan bisa. tapi kalau pertanyaannya diubah, apakah tetap menguntungkan??? saya jawab tidak tahu… :) aku belum pernah coba… hehehe…

ok, sebagai wacana, seperti artikel yang ditulis oleh pak isroi di blognya isroi.wordpress.com, beliau bereksperimen kalau media yang diinokulasi jamur pelapuk putih tanpa dilakukan sterilisasi terlebih dahulu ternyata dapat tumbuh berkembang, bahkan sampai mengeluarkan tubuh buah. mengapa ini bisa terjadi, beliau juga berasumsi kalau pertumbuhan yang cepat dari jamur pelapuk putih melebihi dari organisme kontaminan sehingga jamur tersebut bisa bertahan dan mampu mendominasi media… ini baru penelitian awal, diharapkan ada keberlanjutan penelitian agar bisa diterapkan untuk skala budidaya… amien… :)

kalau anda sudah mengunjungi blog pak isroi, sekarang bagaimana bila dilihat dari sudut pandang bisnis… asumsinya begini, media yang tidak disterilisasi berarti kemungkinan kontaminasinya lebih besar dari pada yang disterilisasi. bila kemungkinan ini lebih besar berarti kemungkinan gagal juga lebih besar… bisa anda pilih sendiri, keluar sedikit biaya untuk hasil maksimal atau hemat biaya dengan hasil yang bisa dikatakan berjudi… ingat, bisnis bukan judi…. jadi menurut saya sterilisasi tetap perlu untuk budidaya jamur konsumsi…

sedangkan untuk menekan biaya, moga saja ada banyak orang-orang seperti pak isroi atau anda dapat menenukan cara sterilisasi yang lebih baik dan hemat biaya.. bukan menghilangkan tahapan sterilisasinya… :)

Puding Jamur Tiram

Bahan:

500 g jamur tiram

1 bungkus agar-agar bening

50 ml susu kental manis

1 santan kara

100 g gula putih

700 ml air

Cara membuat:

  1. jamur dicuci bersih, kukus hingga matang, hancurkan dengan blender dan sisihkan.
  2. Larutkan gula dan susu dalam air dengan api kecil.
  3. Masukkan agar-agar dan santan hingga mendidih dengan api sedang, sambil terus diaduk-aduk.
  4. Ketika bahan mulai mendidih, masukkan jamur dan aduk rata.
  5. Ketika bahan mendidih kedua kali, matikan kompor.
  6. Tuang ke dalam cetakan kemudian dinginkan
  7. Hidangkan ketika dingin

Daftar Biaya Pengiriman Tiki JNE Regular

D.I. ACEH
Banda Aceh 25500 4
Bireuen 36000 4
Blang Kejeren 46500 4
Blangpidie 43000 4
Idi Rayeuk 39000 4
Jantho 37000 4
Kuala Simpang 44000 4
Kutacane 52000 4
Krueng Sabee 39000 4
Langsa 38000 4
Lhokseumawe 37000 4
Lhoksukon 36000 4
Meulaboh 39000 4
Meureudu 43000 4
Sabang 37000 4
Sigli 35000 4
Simpang Tiga Redelon 47500 4
Sinabang 54000 4
Singkil 50000 4
Subulussalam 37000 4
Suka Makmue 35000 4
Takengon 36000 4
Tapak Tuan 45000 4
Calang 39000 4
Kab. Bireuen 45000 6
Kab. Gayo Lues 54000 6
Kab. Aceh Barat Daya 53000 6
Kab. Aceh Timur 51000 6
Kab. Aceh Besar 48000 6
Kab. Aceh Tamiang 54000 6
Kab. Aceh Tenggara 54000 6
Kab. Aceh Jaya 51000 6
Kab. Aceh Utara 48000 6
Kab. Aceh Barat 46000 6
Kab. Pidie Jaya 55000 6
Kab. Pidie 46000 6
Kab. Bener Meriah 51000 6
Kab. Simeulue 55000 6
Kab. Aceh Singkil 54000 6
Kab. Nagan Raya 44000 6
Kab. Aceh Tengah 42000 6
Kab. Aceh Selatan 54000 6
SUMATERA UTARA
Balige 41000 3
Binjai 24000 2
Dolok Sanggul 47000 2
Gunung Sitoli 48000 3
Gunung Tua 43000 3
Kabanjahe 26000 3
Kisaran 26000 3
Limapuluh 26000 3
Lubuk Pakam 23000 2
Medan 21000 1-2
Padang Sidempuan 29000 2
Pangururan 35000 3
Payambungan 36000 3
Pematangsiantar 27000 3
Rantau Prapat 34000 3
Salak 36000 3
Sei Rampah 26000 3
Sibolga 30000 3
Sibuhuan 29000 3
Sidikalang 39000 3
Sipirok 39000 3
Stabat 23000 3
Tanjung Balai Asahan 29000 2
Tarutung 35000 3
Tebing Tinggi 26000 2
Teluk Dalam 48000 4
Pangkalan Brandan 29000 2
Laguboti 51000 3
Belawan 21000 2
Siborong Borong 44000 3
Tanjung Morawa 39000 2
Kab. Toba Samosir 51000 5
Kab. Hubang Hasudutan 59000 4
Kab. Nias 60000 5
Kab. Padang Lawas Utara 51000 5
Kab. Karo 32500 5
Kab. Asahan 32500 5
Kab. Batubara 32500 5
Kab. Deli Serdang 29000 4
Kab. Samosi 44000 5
Kab. Mandailing Natal 45000 5
Kab. Simalungun 33000 5
Kab. Labuhan Batu 42500 5
Kab. Pakpak Bharat 45000 5
Kab. Serdang Bedagai 31000 5
Kab. Tapanuli Tengah 37500 5
Kab. Padang Lawas 37000 5
Kab. Dairi 49000 5
Kab. Tapanuli Selatan 36000 5
Kab. Langkat 29000 5
Kab. Tapanuli Utara 44000 5
Kab. Nias Selatan 60000 6
RIAU
Bagan Siapi-api 33000 2
Bangkinang 31500 2
Bengkalis 30000 2
Dumai 25500 2
Pangkalan Kerinci 36000 2
Pasir Pangaraian 30000 3
Pekanbaru 19000 1-2
Rengat 32000 3
Siak Indrapura 32000 3
Teluk Kuantan 330000 3
Tembilahan 33000 3
Minas 40000 3
Rumbai 19000 2
Marpoyan 19000 2
Ujung Batu 37500 3
Duri 40000 2
Kab. Rokan Hilir 41500 4
Kab. Kampar 40000 4
Kab. Bengkalis 37500 4
Kab. Pelalawan 32500 4
Kab. Rokan Hulu 37500 5
Kab. Indragiri Hulu 40000 5
Kab. Siak 40000 5
Kab. Kuantan Singingi 41500 5
Kab. Indragiri Hilir 41500 5
KEPULAUAN RIAU
Bandar Seri Bintan 44000 3
Batam 18500 1-2
Ranai 41000 3
Tanjung Balai Karimun / Kundur 30000 2
Tanjung Pinang 26000 1
Nongsa 18500 1
Kabil 18500 1
Lingga / Daik 44000 3
Dabo Singkep 52000 2
Kab. Bintan 52000 5
Kab. Natuna 44000 5
Kab. Karimun 40000 4
Kab. Lingga 52000 5
SUMATERA BARAT
Arosuka 24000 3
Batu Sangkar 20000 3
Bukit Tinggi 25000 2
Lubuk Basung 32000 3
Lubuk Sikaping 32000 3
Muara / Sijunjung 30000 3
Padang 18000 1-2
Padang Panjang 24000 3
Painan 27000 3
Pariaman 24000 3
Padang Pariaman 24000 3
Payakumbuh 24000 3
Dharmasraya 39000 3
Sawahlunto 20000 3
Solok 24000 3
Tuapejat 41000 4
Lima Puluh Kota 24000 3
Solok Selatan 30000 3
Kep. Pagai 51500 4
Lubuk Alung 30000 3
Kab. Solok 30000 5
Kab. Tanah Datar 25000 5
Kab. Agam 40000 5
Kab. Pasaman 40000 5
Kab. Sijunjung 36000 5
Kab. Pesisir Selatan 34000 5
Kab. Padang Pariaman 30000 5
Kab. Dharmasraya 49000 5
Kab. Kep. Mentawai 51500 6
Kab. Lima Puluh Kota 28000 5
JAMBI
Bangko 25500 3
Jambi 15000 1-2
Kuala Tunggal 24500 3
Muara Bulian 21000 3
Muara Bungo 25500 3
Muara Tebo 25500 3
Muara Sabak 36000 3
Sarolangun 25500 3
Sengeti 36000 3
Sungai Penuh 25500 3
Ramba 36000 3
Kab. Merangin 32000 5
Kab. Tanjung Jabung Barat 30000 5
Kab. Batang Hari 32000 5
Kab. Bungo 32000 5
Kab. Tebo 32000 5
Kab. Tanjung Jabung Timur 45000 5
Kab. Sarolangun 32000 5
Kab. Muaro Jambi 45000 5
Kab. Kerinci 32000 5
SUMATERA SELATAN
Batu Raja 24500 2
Indralaya 19000 2
Kayu Agung 21500 3
Lahat 46000 3
Martapura 19000 3
Muara Beliti Baru / Musi Rawas 15000 3
Muara Enim / Tanjung Enim 15000 3
Muara Dua 30000 3
Lubuk Linggau 25000 3
Pagar Alam 32000 3
Palembang 16000 1-2
Pangkalan balai / Banyuasin 23000 2
Prabumulih 25000 2
Sekayu 25000 2
Tebing Tinggi 35000 2
Sungai Lilin 31500 3
Sungai Gerong / Plaju 16000 2
Kab. Ogan Komering Ulu 30000 4
Kab.Ogan Ilir 24000 4
Kab.Ogan Komering Ilir 27000 5
Kab. Lahat 32500 5
Kab. OKU Timur 36500 5
Kab.Musi Rawas 30000 5
Kab.Muara Enim 31500 5
Kab. OKU Selatan 37500 5
Kab. Banyuasin 29000 4
Kab. Musi Banyuasin 31500 4
Kab. Empat Lawang 44000 4
BANGKA BELITUNG
Koba 25000 2
Manggar 23000 3
Mentok 27000 2
Pangkal Pinang 16000 1-2
Sungailiat 21000 2
Tanjung Pandan 16000 2
Taboali 27000 3
Belinyu 26500 2
Jebus 34000 3
Kelapa 34000 3
Kab. Bangka Tengah 31500 4
Kab. Belitung Timur 29000 5
Kab. Bangka Barat 34000 4
Kab. Bangka 26500 4
Kab. Belitung 20000 3
Kab. Bangka Selatan 34000 5
BENGKULU
Arga Makmur 23000 2
Bengkulu 17000 1-2
Curup 28000 2
Kaur 35000 3
Kepahiang 28000 2
Lebong 36000 3
Manna 26000 2
Muko-muko 35000 2
Tais 27000 3
Kab. Bengkulu Utara 29000 4
Kab. Rejang Lebong 35000 4
Kab. Kaur 43500 5
Kab. Kepahiang 35000 4
Kab. Lebong 45000 5
Kab. Bengkulu Selatan 31000 4
Kab. Muko-muko 44000 4
Kab. Seluma 34000 5
LAMPUNG
Bandar Lampung 13000 1
Balmbangan Umpu 35000 3
Gedong Tataan 35000 3
Gunung Sugih 21000 3
Kaliandra 23000 2
Kota Agung 25000 3
Kotabumi 22000 3
Liwa 35000 3
Menggala 35000 3
Metro 21000 2
Sukadana 22000 3
Bakauheuni 29000 2
Krui / Pesisir Tengah 44000 3
Sumber Jaya 44000 3
Talang Padang 32000 3
Pringsewu 32000 3
Bukit Kemuning 27500 3
Kab. Way Kanan 44000 5
Kab. Pesawaran 44000 5
Kab. Lampung Tengah 26000 5
Kab. Lampung Selatan 29000 5
Kab. Tanggamus 32000 5
Kab. Lampung Utara 27500 5
Kab. Lampung Barat 44000 5
Kab. Tulang Bawang 44000 5
Kab. Lampung Timur 27500 5
JAKARTA
Jakarta Barat 5000 1
Jakarta Pusat 5000 1
Jakarta Selatan 5000 1
Jakarta Timur 5000 1
Jakarta Utara 5000 1
BANTEN
Baros 7500 1
Cilegon 6500 1
Pandeglang 9000 2
Rangkas Bitung 10000 2
Serang 7500 1
Tangerang 6000 1
Tigaraksa 6500 1
Anyer 9000 1
Merak 6500 1
Balaraja 6500 1
Serpong / BSD 6500 1
Kab. Serang 9000 3
Kab. Pandeglang 16500 4
Kab. Lebak 16000 4
Kab. Tangerang 6500 3
JAWA BARAT
Bandung 8000 1
Banjar 15000 2
Bekasi 6000 1
Bogor 6000 1
Ciamis 12000 2
Cianjur 9500 1
Cibinong 6500 1
Cikarang 7000 1
Cimahi 9000 1
Cirebon 8000 1
Depok 6000 1
Garut 10500 2
Indramayu 11000 2
Karawang 7000 1
Kuningan 11000 2
Majalengka 11000 2
Ngamprah / Cimareme 11000 1
Purwakarta 9000 2
Pelabuhan Ratu 10000 1
Singaparna 12000 2
Soreang 12000 2
Subang 9500 2
Sukabumi 8000 1
Sumber 12000 2
Sumedang 13000 2
Tasikmalaya 11000 2
Majalaya 13000 2
Jatinangor 16000 1
Lembang 13000 1
Rancaekek 13000 2
Jatibarang 13500 2
Kadipaten 13000 2
Losari 24000 2
Palimanan 15000 2
Jatiwangi 13000 2
Kab. Ciamis 14500 4
Kab. Cianjur 14500 3
Kab. Bogor 8000 3
Kab. Bekasi 8000 3
Kab. Garut 13000 4
Kab. Indramayu 135000 4
Kab. Karawang 10000 3
Kab. Kuningan 13000 4
Kab. Majalengka 13000 4
Kab. Bandung Barat 13000 4
Kab. Purwakarta 10000 4
Kab. Sukabumi 10000 4
Kab. Tasikmalaya 14500 4
Kab. Bandung 13000 4
Kab. Subang 11500 4
Kab. Cirebon 15000 4
Kab. Sumedang 16000 4
JAWA TENGAH
Banjarnegara 17000 2
Batang 17000 2
Blora 20000 2
Boyolali 16000 2
Brebes 20000 2
Cilacap 1000 1
Demak 17000 2
Jepara 17000 2
Karanganyar 15000 2
Kebumen 18000 2
Kendal 13000 2
Klaten 15000 2
Mungkid 14000 2
Kudus 15000 2
Magelang 14000 1
Pati 17000 2
Pekalongan 17000 2
Pemalang 19000 2
Purbalingga 17000 2
Purwokerto/Banyumas 16000 2
Purwodadi 17000 2
Purworejo 18000 2
Rembang 20500 2
Salatiga 13000 1
Semarang 12000 1
Slawi 20500 2
Sragen 16000 2
Sukoharjo 15000 2
Surakarta / Solo 12000 1
Tegal 17500 2
Temanggung 18000 2
Ungaran 12000 1
Wonogiri 16000 2
Wonosobo 18000 2
Ambarawa 15000 2
Cepu 20000 2
Bojonegoro 22500 2
Majenang 15500 2
Ajibarang 20000 2
Kartosuro 19500 2
Bumi Ayu 24000 2
Kab. Banjarnegara 20000 4
Kab. Batang 20000 4
Kab. Blora 24000 4
Kab. Boyolali 19500 4
Kab. Brebes 24000 4
Kab. Cilacap 15500 3
Kab. Demak 21000 4
Kab. Jepara 21500 4
Kab. Karanganyar 20000 4
Kab. Kebumen 21000 4
Kab. Kendal 16000 4
Kab. Klaten 19500 4
Kab. Magelang 16000 4
Kab. Kudus 21000 4
Kab. Pati 21500 4
Kab. Pemalang 21000 4
Kab. Purbalingga 21000 4
Kab. Banyumas 20000 4
Kab. Grobogan 21500 4
Kab. Purworejo 22000 4
Kab. Rembang 24000 4
Kab. Tegal 24000 4
Kab. Sragen 19500 4
Kab. Sukoharjo 19500 4
Kab. Temanggung 22000 4
Kab. Semarang 15000 3
Kab. Wonogiri 20000 4
Kab. Wonosobo 22000 4
D.I. YOGYAKARTA
Bantul 13000 2
Sleman 13500 1
Wates / Kulon Progo 13500 1
Wonosari 16000 2
Yogyakarta 12000 1
Prambanan 13500 2
Kab. Bantul 16000 4
Kab. Sleman 16000 3
Kab. Kulon Progo 17000 3
Kab. Gunung Kidul 20500 4
JAWA TIMUR
Bangkalan 30000 3
Banyuwangi 26000 2
Batu 19000 2
Blitar 21000 2
Bojonegoro 22500 2
Bondowoso 23000 2
Caruban 14000 2
Gresik 16000 2
Jember 19000 2
Jombang 18000 2
Kediri 17000 1
Kepanjen 17000 2
Trenggalek 24500 2
Krasaan 18000 2
Lamongan 17000 2
Lumajang 20000 2
Madiun 14000 1
Magetan 16000 2
Malang 17000 1
Mojokerto 17000 1
Nganjuk 20000 2
Ngawi 17000 2
Pacitan 26500 2
Pamekasan 28000 3
Pandaan 18000 1
Pasuruan 18000 2
Ponorogo 16000 2
Probolinggo 18000 2
Sampang 30000 3
Sidoarjo 14000 1
Situbondo 25000 2
Sumenep 30000 3
Surabaya 13000 1
Tuban 18000 2
Tulungagung 20500 2
Paiton 22500 2
Wlingi 26000 2
Kab. Bangkalan 35000 5
Kab. Banyuwangi 31000 4
Kab. Bojonegoro 24000 4
Kab. Bondowoso 28000 4
Kab.madiun 16000 4
Kab. Gresik 19000 4
Kab. Jember 22500 4
Kab. Jombang 22500 4
Kab. Malang 21500 4
Kab. Trenggalek 30000 4
Kab. Probolinggo 22500 4
Kab. Lamongan 22500 4
Kab. Lumajang 25000 4
Kab. Magetan 21500 4
Kab. Nganjuk 25000 4
Kab. Ngawi 21500 4
Kab. Pacitan 33000 4
Kab. Pamekasan 35000 5
Kab. Pasuruan 22500 3
Kab. Ponorogo 21000 4
Kab. Sampang 39000 5
Kab. Sidoarjo 17500 3
Kab. Situbondo 31000 4
Kab. Sumenep 37500 5
Kab. Tuban 22500 4
Kab. Tulungagung 26000 4
Kab. Blitar 26000 4
BALI
Amlapura / Karangasem 26000 2
Bangli 21000 2
Denpasar 15000 1
Gianyar 20000 2
Menguwi / Badung 20000 1
Negara / Jembrana 32000 2
Samarapura / Klungkung 20000 2
Singaraja / Buleleng 23000 2
Tabanan 23000 2
Kuta 17000 1
Nusa Dua 17000 1
Sanur 17000 1
Gilimanuk 35000 2
Ngurahrai 17000 1
Jimbaran 17000 1
Kab. Karangasem 32000 4
Kab. Bangli 26000 4
Kab. Gianyar 25000 4
Kab. Badung 25000 3
Kab. Jembrana 35000 4
Kab. Klungkung 25000 4
Kab. Buleleng 28500 4
Kab. Tabanan 28500 4
KALIMANTAN BARAT
Bengkayang 31000 3
Ketapang 34000 3
Mempawah 28000 2
Nanga Pinoh / Melawi 36000 3
Ngabang 31500 2
Pontianak 20000 1-2
Putussibau 42000 3
Sambas 33000 3
Sanggau 33500 3
Sekadau Hilir 33500 3
Singkawang 29000 2
Sintang 34000 3
Sungai Raya / Kubu Raya 34000 3
Teluk Melano 34000 3
Wajok 35000 3
Kab. Bengkayang 40000 5
Kab. Ketapang 44000 5
Kab. Pontianak 35000 4
Kab. Melawi 46000 5
Kab. Landak 41000 4
Kab. Kapuas Hulu 52000 5
Kab. Sambas 41000 5
Kab. Sanggau 43000 5
Kab. Sekadau 43000 5
Kab. Sintang 44500 5
Kab. Kubu Raya 44500 5
Kab. Kayong Utara 44000 5
KALIMANTAN SELATAN
Amuntai 31000 3
Banjarbaru 26000 3
Banjarmasin 23000 1-2
Barabi 31000 3
Batu Licin 32000 3
Kandangan 31000 3
Kotabaru 36000 3
Marabahan 33000 3
Martapura / Banjar 26000 3
Paringin / Balangan 42000 3
Pelaihari 29000 3
Rantau 32000 3
Tanjung 32000 3
Sungai Danau 37000 3
Kab. Hulu Sungai Utara 38000 5
Kab. Hulu Sungai Tengah 38000 5
Kab. Tanah Bambu 41000 5
Kab. Hulu Sungai Selatan 38000 5
Kab. Kota Baru 48000 5
Kab. Barito Kuala 43000 5
Kab. Banjar 33000 5
Kab. Balangan 52000 5
Kab. Tanah Laut 38000 5
Kab. Tapir 41000 5
Kab. Tabalong 48000 5
KALIMANTAN TENGAH
Buntok 37000 3
Tamiang Layang 45000 3
Purukcahu 47500 3
Muara Teweh 37000 3
Kasongan 30000 3
Kuala Kapuas 39000 3
Kuala Kurun 46500 3
Kuala Pembuang 47500 3
Palangkaraya 23000 1-2
Pangkalan Bun 35000 4
Pulang Pisau 45000 3
Sampit 35000 4
Sukamara 45000 4
Lamandau / Nangebulik 45000 4
Kab. Barito Selatan 48000 5
Kab. Barito Timur 57000 5
Kab. Murung Raya 52000 5
Kab. Barito Utara 47000 5
Kab. Katingan 37000 5
Kab. Kapuas 49000 5
Kab. Gunung Mas 54000 5
Kab. Seruyan 57000 5
Kab. Kotawaringin Barat 41000 6
Kab. Pulang Pisau 57000 5
Kab. Kotawaringin Timur 41000 6
Kab. Sukamara 57000 6
Kab. Barito Timur 57000 6
KALIMANTAN TIMUR
Balikpapan 28000 1-2
Bontang 35000 2
Malinau 45000 4
Nunukan 45000 2
Penajam 47000 2
Samarinda 31500 1-2
Sanggata 41000 2
Sendawar 49000 4
Tanah Grogot 50000 2
Tanjung Redep / Berau 51000 3
Tanjung Selor 45000 4
Tarakan 36000 2
Tenggarong 39000 2
Teluk Pandan 41000 3
Sebatik 46000 4
Palaran 40000 3
Sanga Sanga 44000 3
Muara Badak 44000 4
Loa Kulu 50000 4
Kab. Malinau 55000 6
Kab. Nunukan 55000 4
Kab. Penajam Paser Utara 57000 4
Kab. Kutai Timur 50000 4
Kab. Kutai Barat 55000 6
Kab. Paser 57000 4
Kab. Berau 57000 5
Kab. Bulungan 58000 6
Kab. Kutai Kertanegara 50000 4
SULAWESI TENGAH
Ampana / Tojo Una Una 44000 3
Banawa / Donggala 34000 4
Banggai 56000 3
Bungku / Kolonedale 53000 4
Buol 55000 4
Tolitoli 44000 4
Luwuk 46000 4
Palu 30000 2-3
Parigi 38000 4
Poso 44000 4
Kab. Tojo Una Una 55000 5
Kab. Donggala 45000 6
Kab. Banggai Kepulauan 60000 5
Kab. Morowali 60000 6
Kab. Buol 60000 6
Kab. Toli-Toli 55000 6
Kab. Banggai 60000 6
Kab. Parigi Moutong 50000 6
Kab. Poso 57000 6
SULAWESI SELATAN
Bantaeng 39000 3
Barru 37000 3
Belopa 46000 4
Benteng 50000 4
Bulukumba 37500 3
Enrekang 37000 3
Jeneponto 37000 3
Takalar 32000 3
Makale 38000 3
Makassar 25000 1-2
Malili 46000 4
Maros 31000 2
Masamba 46000 4
Palopo 39000 3
Pangkajene 60000 4
Sidenreng 39500 3
Pare-Pare 39500 2
Pinrang 395000 3
Sengkang 39000 3
Sinjai 42000 3
Sungguminasa 31000 3
Watampone 41000 4
Watansoppeng 41000 3
Soroako 46000 3
Kab. Bantaeng 50000 5
Kab. Barru 46000 5
Kab. Luwu Utara 60000 6
Kab. Selayar 62000 6
Kab. Bulukumba 47000 5
Kab. Enrekang 46000 5
Kab. Jeneponto 47000 5
Kab. Takalar 42000 5
Kab. Tana Toraja 47000 5
Kab. Luwu Timur 60000 6
Kab. Maros 41000 4
Kab. Luwu Utara 60000 6
Kab. Pangkajene 62000 6
Kab. Sidenreng Rappang 52000 5
Kab. Pinrang 50000 5
Kab. Wajo 48000 5
Kab. Sinjai 52000 5
Kab. Goa 39000 5
Kab. Bone 54000 6
Kab. Soppeng 54000 5
SULAWESI TENGGARA
Bau-Bau 46000 4
Kendari 33000 1-2
Kolaka 51000 3
Lasusua 52000 3
Pasar Wajo 59000 4
Raha 52000 3
Rumbia 58000 4
Unaaha 50000 3
Wanggodo / Andolo 52500 3
Wangi-Wangi / Wakatobi 50000 3
Kab. Kolaka 63000 5
Kab. Kolaka Utara 62000 5
Kab. Buton & Buton Utara 60000 6
Kab. Muna 60000 5
Kab. Bombana 60000 6
Kab. Konawe 63000 5
Kab. Konawe Utara / Selatan 60000 5
Kab. Wakatobi 60000 5
SULAWESI UTARA
Airmadidi 53000 4
Amurang 41000 3
Bitung 40000 4
Boroko 50000 3
Kotamobagu 50500 4
Manado 35000 2-3
Ratahan 53000 4
Tahuna 50000 4
Tomohon 41000 3
Tondano 41000 3
Kab. Minahasa Utara 55000 6
Kab. Minahasa Selatan 54000 5
Kab. Bitung 44000 6
Kab. Bolaang Mongondow Utara 58000 5
Kab. Bolaang Mongondow 58000 6
Kab. Minahasa Tenggara 55000 6
Kab. Kepulauan Sangihe 58000 6
Kab. Minahasa 54000 5
SULAWESI BARAT
Majene 42000 3
Mamasa 45000 4
Mamuju 28000 2
Pasangkayu 57000 3
Polewali 46000 3
Kab. Mejene 55000 5
Kab. Mamasa 54000 6
Kab. Mamuju 50000 4
Kab. Mamuju Utara 60000 5
Kab. Polewali Mandar 58000 5
GORONTALO
Gorontalo 34000 1-2
Kwandang 47500 3
Limboto 44000 3
Marisa 37000 3
Suwawa 40000 3
Tilamuta 50000 3
Kab. Gorontalo Utara 55000 5
Kab. Gorontalo 57000 5
Kab. Pahuwato 45000 5
Kab. Bone Bolango 50000 5
Kab. Boalemo 62000 5
MALUKU
Ambon 39000 2-3
Dataran Hunimoa 75000 4
Dobo 75000 4
Masohi 63000 4
Namlea 63000 5
Piru 75000 4
Saumlaki 75000 5
Tual 75000 5
Kab. Seram Bagian Utara 80000 6
Kab. Kep. Aru 84000 6
Kab. Maluku Tengah 80000 6
Kab. Buru 80000 7
Kab. Seram Bagian Barat 80000 6
Kab. Maluku Tenggara Barat 84000 7
Kab. Maluku Tenggara 84000 7
MALUKU UTARA
Jailolo 45000 5
Labuha 55000 5
Maba 40000 5
Sanana 60000 5
Ternate 40000 2-3
Tidore 51000 3
Tobelo 46000 5
Weda / Soasiu 60000 5
Kab. Halmahera Barat 58000 7
Kab. Halmahera Selatan 60000 7
Kab. Halmahera Timur 60000 7
Kab. Kep. Sula 63000 7
Kab. Halmahera Utara 63000 7
Kab. Halmahera Tengah 63000 7
NUSA TENGGARA BARAT
Bima 32000 3
Dompu 31500 3
Gerung 21500 2
Mataram 19000 1-2
Praya 23000 3
Selong 23000 3
Sumbawa Besar 31500 3
Taliwang 32000 3
Woha / Ramba 32000 3
Batu Hijau 40000 3
Kab. Dompu 40000 5
Kab. Lombok Barat 27000 4
Kab. Lombok Tengah 28500 5
Kab. Lombok Timur 28500 5
Kab. Sumbawa 40000 5
Kab. Sumbawa Barat 40000 5
Kab. Bima 40000 5
NUSA TENGGARA TIMUR
Atambua 48000 3
Baa 50000 5
Bajawa 50000 4
Borong 65000 4
Ende 50000 4
Kafamenanu 48000 3
Kalabahi 50000 5
Kupang 38000 2-3
Labuan Bajo 55000 5
Larantuka 50000 3
Lewoleba 50000 5
Maumere 50000 5
Mbay 64000 5
Oelamasi 40000 5
Ruteng 55000 3
Soe 48000 5
Tambolaka 70000 4
Waibakul 48000 4
Waikabubak 70000 4
Waingapu 50000 5
Kab. Belu 70000 5
Kab. Rote Ndao 70000 7
Kab. Ngada 70000 6
Kab. Manggarai Timur 70000 6
Kab. Ende 70000 6
Kab. Timur Tengah Utara 60000 8
Kab. Alor 70000 7
Kab. Manggarai Barat 70000 7
Kab. Flores Timur 70000 7
Kab. Lembata 62500 7
Kab. Sikka 70000 7
Kab. Nagekoe 70000 7
Kab. Kupang 48000 7
Kab. Manggarai 60000 7
Kab. Timur Tengah Selatan 70000 5
Kab. Sumba Barat Daya 73000 7
Kab. Sumba Tengah 73000 6
Kab. Sumba Barat 73000 7
Kab. Sumba Timur 73000 6
PAPUA BARAT
Bintuni 90000 5
Fak-Fak 91000 5
Kaimana 91000 5
Manokwari 91000 5
Rasai 90000 5
Sorong 60000 3
Waisai 94000 5
Timika 70000 3
Tembaga Pura 85000 4
Teminabuan 74000 4
Kab. Teluk Bintuni 120000 7
Kab. Fak-Fak 120000 7
Kab. Kaimana 120000 7
Kab. Manokwari 120000 7
Kab. Teluk Wondama 120000 7
Kab. Sorong 120000 5
Kab. Raja Ampat 120000 7
Kab. Mimika 120000 5
Kab. Sorong Selatan 120000 6
PAPUA
Agats 80000 5
Biak 8000 5
Botawa 90000 5
Jayapura 60000 3
Mulia 75000 5
Merauke 80000 5
Nabire 80000 5
Oksibil 80000 5
Sarmi 80000 5
Sorendiweri 90000 5
Sumohai 90000 5
Timika 70000 5
Wamena 80000 5
Waris 80000 5
Maapi 80000 5
Paniai / Enarotari 80000 5
Yapen Waropen / Serui 90000 5
Sentani 90000 5
Mamberamo / Burmeso 90000 5
Boven Digul / Tanah Merah 90000 5
Kab. Asmat 120000 7
Kab. Biak Numfor 120000 7
Kab. Waropen 120000 7
Kab. Puncak Jaya 120000 7
Kab. Merauke 120000 7
Kab. Nabire 120000 7
Kab. Pegunungan Bintang 120000 7
Kab. Sarmi 120000 7
Kab. Supiori 120000 7
Kab. Yahukimo 120000 7
Kab. Mimika 120000 7
Kab. Jayawijaya 120000 7
Kab. Keerom 120000 7
Kab. Maapi 120000 7
Kab. Enarotari 120000 7
Kab. Yapen Waropen 120000 7
Kab. Jayapura 120000 7
Kab. Mamberamo 120000 7
Kab. Boven Digul 120000 7

Puding Spon Jamur Tiram

Bahan:
500 g jamur tiram
1 bungkus agar-agar bening
50 ml susu kental manis
100 g gula putih
2 butir putih telur
700 ml air

Cara membuat:
1. Jamur dicuci bersih, kukus hingga matang, hancurkan dengan blender dan sisihkan.
2. Kocok putih telur hingga mengembang, sisihkan.
3. Larutkan gula dan susu dalam air dengan api kecil.
4. Masukkan agar-agar dan santan hingga mendidih dengan api sedang, sambil terus diaduk-aduk.
5. Ketika bahan mulai mendidih, masukkan jamur dan aduk rata.
6. Ketika bahan mendidih kedua kali, matikan kompor.
7. Dalam keadaan panas tuang ke dalam putih telur sambil terus dikocok hingga rata.
8. Apabila suhu puding mulai turun (jangan sampai dingin), hentikan pengocokan kemudian tuang ke dalam cetakan.
9. simpan dalam lemari pendingin hingga mengeras.
10. Hidangkan ketika dingin

Buku Bisnis Jamur Tiram Terbitan IPB Press

buku budidaya jamur tiram terbitan IPB PressSaat ini permintaan jamur tiram di Indonesia meningkat tajam. Permintaan bukan saja datang dari pasar domestik, tetapi juga ekspor ke berbagai negara. Kesempatan inilah yang membuka peluang bisnis budidaya jamur tiram. Peluang bisnis bukan saja dari budidaya, namun peluang juga terbuka untuk pebisnis yang kreatif dengan membuat berbagai olahan jamur tiram. Olahan berbahan dasar jamur tiram antara lain: jamur tiram krispi, sate jamur tiram, kripik jamur tiram, abon jamur tiram, nugget jamur tiram, dll.

Buku ini memberi penjelasan kepada pembaca tentang peluang agribisnis jamur tiram. Didalamnya diuraikan tahapan-tahapan awal dimulai dari pembuatan biakan murni hingga akhir budidaya secara runut. Selain itu buku ini memberikan beberapa resep cara mengolah makanan berbahan jamur tiram dan lokasi alamat para petani di daerah pulau jawa. Untuk meningkatkan semangat berbudidaya jamur tiram, dilampirkan pula profil pengusaha sukses dalam skala rumah tangga.

Continue reading

Pembuatan media PDA

Maksud dari media PDA di sini sebenarnya PSA. PDA kepanjangan dari Potato Dextose Agar yang terdiri dari ekstrak kentang, gula golongan dektrosa, dan agar. Sedangkan PSA terdiri dari gula pasir yang biasa kita konsumsi.

PDA biasa dijual di toko kimia dalam bentuk bubuk siap pakai, harganya cukup mahal dan blia dibandingkan PSA tentu jauh terpaut. PDA biasa dipakai untuk penelitian mikrobiologi yang membutuhkan ketelitian dan kemurnian tinggi sedangkan PSA bersifat teknis di “lab lapang”.

Langkah-langkah pembuatan PDA yaitu:

Continue reading

Jual Autoklaf Gas Ukuran Kecil

Autoklaf04

Gambar diatas adalah ilustrasi, produk sebenarnya dalam kondisi baru

Kami membantu menyediakan alat Autoklaf untuk keperluan sterilisasi media bibit jamur, atau usaha masakan tulang lunak dengan spesifikasi:

Continue reading

Jual Tepung Jamur Tiram (WeiQi) IPB

Jual Tepung Jamur Tiram (WeiQi) IPB

Nama : WeiQi
Produksi : Dr. Lisdar A. Manaf (IPB)
Nomor Paten : P00200400197
Bentuk : Bubuk / Tepung / Serbuk
Kemasan : Karton
Netto : 31 gram
Kegunaan : Bumbu Masakan, Selai Roti, Soup, Saus dll
Kelebihan : Tanpa Pengawet dan bahan penyedap
Penelitian : Menguatkan Pembuluh DarahMelemaskan Otot, Urat Tendon dan SendiMengatasi Masuk Angin 

Mempunyai Aktifitas Anti Tumor

Menurunkan Kadar Kolesterol

Mengandung Senyawa Anti Bakteri (Pleurotin)

Stok : Tidak Tersedia (blog ini tidak lagi menjual !!!)
Minimum order : Konsumen 1/2 Lusin (6 satuan)Distributor 20 Lusin (240 satuan)
Harga per minimum order : Konsumen Rp. 45.000,-Distributor Rp. 1.400.000,-

* harga belum termasuk ongkos kirim

Tepung Jamur Instan WeiQiTepung Jamur Instan WeiQi

Bumbu masak WeiQiBumbu masak WeiQi

Pameran WeiQi di Botani Square IPBPameran WeiQi di Botani Square IPB

Banner Serbuk atau Bubuk Jamur Tiram

Banner Serbuk atau Bubuk Jamur Tiram

Tips Memilih Penjual Bibit Jamur Tiram agar tidak Tertipu

Sebaiknya petani berlaku hati-hati dalam membeli bibit jamur tiram karena bisa saja ada oknum tertentu yang mengaku menjual bibit F2 tapi ternyata F3 atau yang lebih rendah lagi.

Berikut ini tips memilih penjual bibit berkualitas:

1. Membeli bibit jamur pada instansi-instansi atau tempat pembibitan
2. Penjual memiliki laboratorium kultur jaringan sendiri untuk membuat F0
3. Memiliki track record yang baik sebagai penjual bibit jamur yang jujur
4. Tanyakan kepada anggota atau ketua kelompok tani jamur
5. Membeli pada koperasi jamur (bila ada)
6. Menjadi plasma petani besar agar mudah memperoleh bibit.

Pembuatan Media Tanam Jamur Tiram (Baglog)

Pembuatan media tanam dalam baglog dimaksudkan untuk mempermudah peletakan dalam kumbung serta untuk mengatur kontinuitas produksi. Baglog dapat diartikan kantung serbuk kayu atau kantung kayu berbentuk silinder (log), oleh karena itu media tanam dimasukkan dalam kantung plastik kemudian dipadatkan sehingga menyerupai log kayu (gelondongan).

Komposisi media tanam bukanlah hal yang mutlak, beberapa contoh dapat dilihat di komposisi.

Cara Pembuatan

1. Pilih serbuk kayu yang baik, masih baru (jelas riwayat), bebas dari kotoran, sampah atau tercemar minyak oli pemotongan kayu
2. Bersihkan serbuk kayu dari semua kotoran, apabila memungkinkan lakukan pengayakan
3. Biarkan serbuk kayu melapuk dengan sendirinya selama satu minggu, selama penyimpanan jangan terkena air agar tidak dihinggapi cendawan lain
4. Lakukan pencampuran media hingga merata dengan komposisi lain sesuai takaran, pemberian air jangan terlalu banyak karena misellium jamur akan sulit tumbuh pada media yang jenuh air.
5. Masukkan media ke dalam plastik polipropilen (umumnya berukuran 17 x 35 cm atau 17 x 30 cm) kemudian padatkan secara bertahap. Media jangan terlalu penuh agar ring dapat dipasang.
6. Sterilisasi media dalam drum (kukus) tertutup rapat (tutup plastik) agar menciptakan ruang bertekanan. Sterilisasi dilakukan selama 3-4 jam atau 1 tabung kecil gas LPG.
7. Setelah api dari gas LPG mati, diamkan agar suhu turun hingga kurang lebih 50oC kemudian pindahkan ke ruang inokulasi.
8. Diamkan baglog selama satu minggu untuk mengetahui tingkat kontaminasi sebelum diinokulasi bibit. Hal ini untuk seleksi media yang baik dan mengurangi resiko kerugian.

Pembuatan Bibit Jamur Tiram Keturunan ke-2 (F2)

Bibit F2 berasal dari Bibit F1 yang ditanam ulang pada media berbeda. Pembuatan F2 dilakukan secara aseptik (steril) dalam laminar air flow cabinet (LAFC). Penggunaan LAFC tidaklah mutlak karena dapat digantikan dengan enkas / kotak kaca atau kayu.

Pembuatan bibit F2 dimulai dari pembuatan media bibit. Media ini terdiri dari:

Serbuk kayu 1kg
Biji-bijian 1kg
Dedak / bekatul 150g
Kapur 5g

Tahapan pembuatan media F2 sebagai berikut:

1. Biji-bijian di rebus hingga melunak / masak kemudian ditiriskan.
2. Campurkan dedak dengan kapur hingga merata.
3. Biji-bijian tiris dan bahan lain dicampur hingga merata.
4. Tambahkan 1 gelas air sumur kemudian aduk kembali.
5. Masukkan media tanam dalam botol saus.
6. Tutup botol dengan kapas hingga rapat.
7. Sterilisasi media menggunakan autoklaf selama 1 jam.

Setelah media bibit disterilisasi, diamkan hingga suhu menurun hingga kurang lebih 50oC dalam autoklaf. Media bibit yang telah mendingin disimpan dalam ruang inokulasi dan dibiarkan selama seminggu untuk mengetahui tingkat kontaminasi.

Media yang steril kemudian digunakan untuk membuat bibit F2 dalam LAFC. Tahapan inokulasi bibit sebagai berikut:

1. Nyalakan lampu UV selama 1 jam sebelum inokulasi
2. Cuci tangan dengan sabun sebelum melakukan inokulasi
3. Semprotkan alkohol ke dalam ruang LAFC kemudian seka menggunakan tisu
4. Nyalakan blower LAFC
5. Semprotkan alkohol ke botol media dan alat-alat kemudian masukkan ke dalam LAFC
6. Semprotkan ke tangan tiap kali tangan dimasukkan ke dalam LAFC
7. Buka kapas media kemudian bakar ujung botol di api
8. Buka kapas F1 kemudian bakar ujung botol di api
9. Ambil bibit F1 menggunakan sudip dan masukkan ke media F2
10. Bakar lagi ujung botol F1 kemudian tutup dengan kapas
11. Bakar ujung botol F2 dan kapas (sekilas) kemudian tutupkan
13. Simpan botol di ruang inkubasi

Pada minggu ke-3 hingga ke-4 misellium bibit sudah memenuhi media dalam botol dan siap digunakan sebagai bibit produksi.

Komposisi Media Tanam Jamur Tiram (Baglog)

Jamur tiram putih dengan nama latin Pleurotus ostreatus merupakan jamur kayu yaitu jamur yang tumbuh di kayu. Jamur ini memiliki nilai ekonomis tinggi karena dapat dimakan dan memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh.

Akhir-akhir ini komoditi jamur konsumsi semakin dilirik untuk dikembangkan. Dengan memodifikasi lingkungan tumbuh dan medianya jenis-jenis jamur ini dapat hidup dengan baik dan mendatangkan keuntungan.

Secara budidaya, kita tidak mungkin menanam pada batang kayu karena akan sangat merepotkan. Oleh karena itu media jamur tiram dibuat untuk mempermudah, memaksimalkan kualitas dan kuantitas produksi. Media itu kemudian dibuat dalam kantung-kantung plastik berisi serbuk kayu yang telah dilengkapi komposisi tambahan (baglog). BAG = kantung dan LOG = kayu berbentuk log atau silinder

Berikut merupakan media tanam yang dapat digunakan:

Komposisi I

Serbuk gergaji : 100kg
Bekatul : 10kg
Kapur : 0.5kg
Tepung Jagung : 0.5kg
Air Sumur : 45-60% volume
TSP : 0.5kg
Gipsum : 0.5kg

Komposisi II

Serbuk gergaji : 30krg
Bekatul : 45kg
Kapur : 12kg
Tapioka : 15kg
Air Sumur : 45-60% volume

Hal penting yang menentukan keberhasilan media yaitu jenis kayu. Serbuk kayu albasiah atau sengon sangat baik untuk media. Namun jangan sekali-kali memakai kayu pinus karena dapat dipastikan tidak akan tumbuh. Secara sederhana hindari penggunaan kayu yang bergetah.

Kedua komposisi tersebut dapat digunakan dan sifatnya tidak mutlak. Biasanya masing-masing pembudidaya memiliki komposisi dan idealisme berbeda.

Komposisi pertama memiliki kelebihan yaitu mempercepat pertumbuhan jamur, hasilnyapun rata-rata lebih besar dari komposisi kedua. Keunggulan ini karena pengaruh dari pemberian TSP yang dapat memacu pertumbuhan misellium.

Akan tetapi komposisi pertama memiliki kelemahan yaitu jamur yang dihasilkan lebih berair / lebih lunak sehingga tidak dapat bertahan lama. Hasil komposisi pertama bila dikeringkan rendemennya lebih kecil dibandingkan komposisi kedua.

Kelemahan yang kedua yaitu jenis media ini membuat jamur yang dihasilkan tidak organik. Kesadaran masyarakat akan hidup sehat semakin tinggi, kasyarakat vegetarian akan lebih menghargai keorganikan hasil komposisi kedua. Jamur tidak organik lambat laun akan kalah saing bila bertarung di pasar modern dan tentu saja hal ini membatasi ruang gerak pemasaran.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 30 pengikut lainnya.